Terlebih Samarinda juga sudah mendapatkan predikat Kota Layak Anak (KLA). Dia melihat ciri sebuah kota dengan predikat KLA ada diantaranya pembangunan melalui SDM yang tak hanya melulu pembangunan infrastruktur.
Diakuinya, jika bicara SDM tidak cukup hanya satu tahun saja, tetapi dibutuhkan jangka waktu yang cukup panjang, sekitar 10-15 tahun ke depan, baru mulai terasa dampak dari upaya yang dilakukan.
Maka, DPRD Samarinda sendiri juga diakui terus mengapresiasi segala program dan upaya yang telah dilakukan khususnya Satuan Tugas (Satgas) KLA. “Alhamdulillah selama empat tahun Kota Samarinda dengan (KLA) Madya, Alhamdulillah pecah telur menjadi Nindya,” imbuhnya.
Seperti diketahui, anggota dewan memiliki tiga tugas, diantaranya membuat peraturan daerah (perda) yang sudah dilakukan melalui revisi Perda Nomor 10 Tahun 2013 dengan memasukkan indikator KLA.
Fungsi kedua yakni budgeting atau penganggaran, di mana Damayanti mengaku jika sebelumnya anggaran untuk pemberdayaan anak terbilang kecil, kini sudah mengalami kebaikan. “Dari Rp300 juta, sekarang sudah Rp1 miliar untuk 2024. Lagi-lagi kita kali ini juga bersinggungan dengan visi dan misi bapak wali kota yang luar biasa terhadap pembangunan,” bebernya.
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu mengingatkan, KLA harus menjadi strategi dalam setiap pembangunan. Jadi, apapun itu berkaitan dengan pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur, harus memiliki perencanaan yang didasari KLA. Sebab, jika semua perencanaan didasari KLA ini, seperti Kota Surabaya yang pada setiap perencanaan pembangunannya berdasarkan KLA.
“Sehingga tidak ada lagi trotoar yang bongkar pasang karena tidak layak anak. Alhamdulillah kan sudah kita lihat ya ini pembangunan di Kota Samarinda,” tegasnya.
Dia juga menyebut sama halnya dengan pembangunan sekolah yang ada, mulai dari toilet, tangga hingga gedung baru juga harus menjadikan KLA sebagai dasar. Sehingga tidak terjadi pengulangan pembangunan. Fungsi selanjutnya dari anggota dewan ada pada pengawasan. Damayanti menerangkan jika Komisi IV DPRD Samarinda telah berkomitmen untuk saling melengkapi dengan pihak eksekutif.
“Tentunya tidak hanya menjadi tanggungjawab pihak eksekutif. Kami juga berkomitmen, kami harus saling melengkapi, bahwasannya ini tidak hanya menjadi tugas atau tanggungjawab pemkot, tetapi ini menjadi tanggung jawab bersama,” jelasnya.
Optimis menuju predikat utama untuk KLA ini, menurutnya jika berbicara tentang pendidikan, dia ingin anak-anak merasa senang jika ingin ke sekolah. Lagi-lagi, SDM sangat berpengaruh pada peningkatan KLA ini dari semua sektor, termasuk juga dengan pendidikan ini.
Editor: Maruly Z