Satu dari beberapa lokasi sidak adalah pembangunan terowongan atau tunnel segmen Jalan Sultan Alimuddin, Selili, Kelurahan Sungai Dama, Kecamatan Samarinda Ilir.
Petugas lapangan yang hadir memberikan penjelasan terkait pengerjaan yang saat ini sedang berlangsung. Dari lokasi terowongan, sidak bergeser ke segmen Jalan Kakap, Kelurahan Sungai Dama.
Anggota Pansus LKPJ Abdul Rohim mengungkapkan, progres terowongan masih tetap sesuai dengan yang disampaikan oleh PUPR Samarinda saat hearing.
“Terowongan masih sesui dengan apa yang disampaikan. Kami sudah kami memanggil PUPR, menjelaskan terkait dengan progres,” ungkap Rohim.
“Penjelasan dari kontraktor selesainya bukan untuk bisa dioperasionalkan, selesainya baru untuk menembus dari kedua sisi, itupun dengan catatan kalau tidak ada kendala-kendala teknis,” ungkapnya.
Hal itu tentu menjadi catatan dari pihak Pansus LKPJ. Tetapi, pada pertemuan yang akan datang, catatan ini akan kembali dibahas pada pihak PUPR.
“Selama ini kami belum diberikan gambaran terkait plan berikutnya, bisa jadi pekerjaan panjang lagi kedepannya,” ucapnya.
Permasalahan justru ada di Jalan Mulawarman karena kawasan itu terjadi kemacetan yang cukup panjang. Dikhawatirkan saat ada terowongan kemacetan bisa kian panjang.
“Kami khawatir jangan-jangan selesai pengerjaan ini, macetnya pindah ke kota dan kontraktor tidak punya rekayasa atau skenario. Jadi catatan ini akan kami konfirmasi lagi ke pihak Pemkot,” tutup Rohim.
Editor: Aspian Nur