Asisten Manajer Humas Perumdam Tirta Kencana Samarinda, Sendya Ibanez kepada Korankaltim.com Senin (4/3/2024) hari ini menjelaskan, pengurasan rutin ini menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk memastikan air yang disalurkan kepada pelanggan tetap memenuhi standar kualitas yang tinggi.
Proses pengurasan bak Water Treatment Plant (WTP) dan Lagoon ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas air ke masyarakat.
"Pengurasan membutuhkan waktu mulai dari pagi sampai sore, biasanya selesai siang hari. Ini adalah langkah rutin untuk menjaga kualitas air dan telah dilakukan setiap tiga bulan sekali," kata Sendi, sapaan akrab Sendya Ibanez.
Walaupun pengurasan berlangsung, pihak Perumdam Tirta Kencana memastikan tidak akan terjadi pemutusan distribusi air bersih ke rumah masyarakat, hanya saja debit air kemungkinan berkurang sementara. total.
Namun untuk rumah warga yang berada di kawasan ketinggian atau rumah yang berlantai dua distribusi kemungkinan diputus sementara.
"Masyarakat di daerah terdampak diimbau untuk menampung air sehari sebelum dilakukan pengurasan, meskipun tidak ada pemutusan distribusi air secara total tapi debit air akan berkurang dan rumah di lokasi tertentu mungkin air tidak bisa mengalir sama sekali," ucap Sendi lagi.
Kawasan yang terdampak pengurasan antara lain Kompleks Zein Zipur TNI AD Jalan Purwobinangun, Jalan Penangkaran Buaya, Jalan Sukorejo, Jalan Pelita 5, 6 dan 7 serta Jalan Perum Graha Mandiri dan sekitarnya.
Selain pengurasan WTP dan Lagoon Perumdam sekaligus akan memasang flow meter air baku pada intake Makroman.
Perumdam Tirta Kencana berkomitmen untuk menjaga kualitas air secara berkelanjutan. Pengurasan dilakukan sebagai respons terhadap kondisi filter yang mulai kotor atau adanya peningkatan kadar lumpur di dalam air. Setelah proses pengurasan selesai, air di IPA Makroman diharapkan dapat mengalir seperti biasa dengan kecepatan yang sama.
Editor: Aspian Nur