Pengurasan kali ini dilakukan di instalasi pengolahan air (IPA) Bengkuring setelah sebelumnya dilakukan di IPA Selili bulan lalu dan IPA Cendana di pertengahan bulan guna menjaga kualitas air hingga sampai pada pelanggan.
Asisten Manajer Humas Perumdam Tirta Kencana Samarinda, Sendya Ibanez menjelaskan, jika pengurasan memang rutin dilaksanakan.
“Untuk pengurasan sendiri membutuhkan waktu mulai dari pagi sampai kurang lebih sore, kalau lebih cepat biasanya siang sudah selesai. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, ini untuk menjaga kualitas air,” kata Sendya pada korankaltim.com, Senin (26/2/2024).
Pada saat pengurasan tersebut nantinya Perumdam Tirta Kencana menghentikan sementara pengisian air di IPA induk. Pihaknya mengimbau masyarakat di daerah terdampak untuk bisa menampung air sehari sebelum dilakukan pengurasan.
Dia menjelaskan, selama pengurasan memang distribusi air tidak mati total, namun hanya debit air yang berkurang. Akan tetapi bakal ada rumah yang tidak teraliri total apabila keberadaan rumahnya tinggi. Seperti rumah di lantai dua dan pegunungan.
“Kita imbau pada masyarakat untuk bisa menampung air dulu sebelum dilakukan pengurasan. Pengurasan ini kami terima informasi dari pihak distribusi memang dadakan, mudahan bisa tersampaikan. Karena ini sifatnya rutin, tiap tiga bulan sekali kan jaga kualitas air,” ungkapnya.
Pihaknya juga terus berkomitmen untuk menjagaan kualitas air agar sampai ke pelanggan dengan baik hingga ke rumah-rumah warga.
“Kalau dalam satu tahun itu empat kali dan itu tergantung, kita melihat juga ya. Kalau memang filter kami sudah mulai kotor, lalu ada yang namanya vlug air sudah mulai naik ke permukaan maka kita akan cepat-cepat lakukan pengurasan,” jelasnya.
Dia menambahkan, setelah pengurasan, air akan mengalir seperti semula dengan kecepatan yang sama. Beda halnya dengan kasus pipa bocor yang membutuhkan waktu hingga dua hari agar air bisa mengalir normal.
Adapun wilayah yang bakal terdampak dari kegiatan ini adalah Perumahan Bengkuring dan sekitarnya, Perumahan Puspita Bengkuring dan sekitarnya, Jalan Durian Tunggal, Jalan Wanyi dan sekitarnya, Jalan Padat Karya dan sekitarnya.
Editor: Maruly Z