Karena itu warga yang bermukim di Jalan Cendana, Jalan Banggeris, Jalan MT Haryono, Jalan Pangeran Antasari, Jalan Ir Juanda, Jalan Kadrie Oening, Jalan AW Syahrani, Jalan M Yamin, Jalan RE Martadinata, Jalan Pasundan, Jalan Siradj Salman, Jalur Reservoir Segiri, Jalur Booster AW Syahranie bakal terdampak dengan tidak mengalirnya air ke kawasan tersebut.
IPA Cendana menjadi tempat kedua setelah IPA Selili yang dikuras bulan lalu dengan tujuan untuk menjaga kualitas air hingga sampai pada pelanggan.
Asisten Manajer Humas Perumdam Tirta Kencana Samarinda Sendya Ibanez kepada Korankaltim.com Minggu (18/2/2024) hari ini menjelaskan jika pengurasan memang rutin dijalankan.
“Pengurasan sendiri membutuhkan waktu mulai dari pagi sampai sore, kalau lebih cepat biasanya siang selesai. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, ini untuk menjaga kualitas air,” kata Sendi, sapaan akrab Sendya Ibanez.
Saat pengurasan berlangsung Perumdam Tirta Kencana menghentikan sementara pengisian air di IPA induk karena itu masyarakat di daerah terdampak diminta menampung air sehari sebelum dilakukan pengurasan yaitu Senin (19/2/2024) besok.
Dijelsakan Sendi air tidak mati total namun hanya debit air yang berkurang. Air hanya tidak bisa mengalir total kalau rumahnya tinggi atau di lantai dua dan pegunungan.
Setelah pengurasan air akan mengalir seperti semula dengan kecepatan yang sama. Beda halnya dengan kasus pipa bocor yang membutuhkan waktu hingga dua hari agar air bisa mengalir normal.
Editor: Aspian Nur