Di mana, target realisasi investasi tahun ini sebesar Rp64,5 triliun. Sedangkan realisasi investasi untuk triwulan IV atau jangka waktu Oktober-Desember pada 2023 tercatat mencapai angka Rp22,14 triliun.
“Dengan rincian realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp16,01 triliun dengan 3.254 proyek. Untuk realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai Rp6,12 triliun dengan 461 proyek,” ujar Puguh, Jumat (16/2/2024).
“Berpindah pada realisasi PMDN yang berdasarkan sebaran lokasi, Kota Balikpapan menduduki posisi pertama. Di mana, mencapai Rp7,63 triliun atau 47,64 persen dari keseluruhan realisasi investasi PMDN,” tegasnya.
Investasi terbesar kedua ditempati Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) yakni Rp 1,83 triliun atau 11,43 persen, yang disusul dengan Kabupaten Berau sebesar Rp 1,62 triliun atau 10,17 persen. Sedangkan pada sisi penyerapan tenaga kerja Indonesia (TKI), Kabupaten Kutai Timur (Kutim) paling banyak penyerapan yaitu sebanyak 1.956 orang,” bebernya.
“Kemudian disusul Kabupaten Kukar sebanyak 1.453 orang dan terakhir ada Kabupaten Berau lagi yakni sebanyak 1.272 orang. Untuk penyerapan tenaga kerja asing (YKA) hanya 5 orang saja,” jelasnya.
Beralih pada PMA di triwulan IV tahun 2023, yang mencapai Rp 6,12 triliun, dengan sebaran yang berapa di 10 kabupaten/kota di Kaltim. Sama dengan PMDN, Kota Balikpapan kembali menduduki peringkat pertama dalam memberikan kontribusi paling signifikan dengan nilai Rp 1,97 triliun atau 32,26 persen dari total realisasi PMA.
“Angka ini terdiri atas 197 proyek PMA, yang kemudian disusul dengan Kabupaten Kutim menjadi kontributor kedua dengan capaian Rp 1,62 triliun atau 26,51 persen. Sedangkan Kabupaten Kukar merupakan kontributor ketiga, yakni sebesar Rp 1,33 triliun atau 21,82 persen,” imbuhnya.
Puguh menerangkan dari sisi pernyerapan TKI paling besar terdapat di Kabupaten Kukar yakni sebanyak 857 orang, yang disusul Kabupaten Kutim sebanyak 493 orang dan ketiga ditempati oleh Kabupaten Paser yakni 212. Sedang, penyerapan TKA hanya sekitar 293 orang pada triwulan ini.
Editor: Maruly Z