Sedangkan tugas 200 orang tersebut lanjutnya, untuk melakukan peremajaan data dengan cara melakukan peninjauan langsung secara door to door.
Bahkan sebelum melakukan tugasnya di lapangan, mereka (200 orang) tersebut telah dibekali data sebelumnya untuk segera dilengkapi.
“Jadi, sebelum jalan, mereka kami berikan data dulu. Setelah itu tugas mereka kroscek saja apakah masih sesuai dengan data sebelumnya. Selain itu dilihat juga kondisi bangunannya serta gangnya apakah masih sesuai dengan data yang pegang, atau kalau sudah berubah tentu kan harus disesuaikan juga nilainya,” terangnya.
Saat ini tim yang ia maksud sudah berjalan hingga memasuki minggu ketiga. Sistemnya per hari, satu orang bisa melakukan pemutakhiran hingga empat data.
“Namun itu kalau kondisinya normal. Sedangkan dalam kondisi cuaca hujan tentu kerjaan ini tidak bisa dilaksanakan. Namun kami optimis saja hingga akhir tahun bisa tercapai target yang sudah kami tentukan,” tuturnya.
Untuk saat ini target yang telah ditetapkan untuk PBB Pedesaan dan Perkotaan (P-2) senilai Rp36 miliar. Sasaran kerja pemutakhiran data lanjut Hermanus akan berfokus pada daerah yang tengah berkembang pesat.
“Contohnya saja Jalan M Yamin dan daerah lain yang berada di pinggiran jalan besar dan tengah berkembang,” tutup Hermanus. (ms)