Wakil Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa-Keluarga Mahasiswa (BEM-KM) Universitas Mulawarman (Unmul) Veronica Febby Ola Deo menjelaskan, aksi kali ini ditujukan untuk menyuarakan terkait dengan demokrasi yang sudah dicederai.
“Terkait dengan presiden yang terlalu terlibat langsung ke dalam pemilihan umum (pemilu), bahkan berkampanye dan menggunakan fasilitas negara dalam proses pemilu,” kata Veronica.
“Kemudian terkait pernyataan sikap yang dilaksanakan beberapa universitas di Kalimantan Timur (Kaltim). Ada enam tuntutan inti yang kami bawa dalam aksi ini, kami juga membentangkan spanduk,” lanjutnya.
Pada poin pertama, massa aksi mengutuk keras segala macam bentuk intimidasi kepada rakyat dalam menggunakan hak pilihnya di pemilu 2024, demi mewujudkan pemilu yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil.
Selanjutnya, massa aksi juga meminta Presiden RI tidak boleh memihak, setop langkah politik yang hanya dilanjutkan untuk kepentingan dinastinya.
“Bahwa Jokowi adalah Presiden seluruh rakyat Indonesia, bukan Presiden untuk anak dan keluarganya. Kami juga meminta kepada seluruh aparatur negara agar bersikap netral dan tidak memihak,” urainya.
Khususnya pada momentum elektoral 2024, di mana mereka dibayar dari pajak-pajak rakyat. “Oleh karenanya, mereka (aparatur negara) harus mengabdi untuk kepentingan rakyat, bukan kepada elit politik, golongan dan kelompok tertentu,” tuturnya.
Dia juga menegaskan pada poin selanjutnya, menuntut kepada seluruh pejabat negara yang terlibat dalam kontestasi politik untuk tidak menggunakan fasilitas negara di dalam kegiatan kampanye dan menanggalkan semua atribut-atribut kenegaraan yang melekat pada dirinya.
“Menuntut dan mengawal ketat kepada Gakkumdu untuk mengusut tuntas pidana pemilu dan pelanggaran etik Pemilu 2024,” tegasnya.
Poin terakahir disampaikan bahwa mereka mengajak seluruh kaum intelektual, akademisi, para cendikiawan, beserta seluruh elemen bangsa bersama-sama mengawal demokrasi Indonesia. Hal itu supaya terwujudnya demokrasi yang sehat, sesuai cita-cita luhur para pendiri bangsa untuk Indonesia yang adil, makmur dan sejahtera.
Editor: Maruly Z