Pemuda mesti memahami siapa presiden yang dipilih karena pilihan tersebut akan menentukan arah kebijakan Indonesia ke depan. Ia juga mengajak para pemuda di Samarinda untuk berpikir bahwa empat hari ini agar mempertimbangkan baik-baik. "Pertimbangkan dari sekarang siapa yang pantas menjadi presiden selama lima tahun ke depan," ujar Rocky.
Seorang presiden harus memiliki pemahaman yang baik tentang situasi global dan diplomasi internasional, serta mampu menjaga kepentingan nasional Indonesia di dunia.
"Presiden itu bukan sekadar didasarkan pada pengetahuan dia tentang aspek visi-misi. Presiden itu juga harus paham tentang hubungan internasional, bagaimana dia bisa menjaga kedaulatan dan kesejahteraan bangsa di tengah persaingan global," ungkap Rocky.
"Elektabilitas sebenarnya bukan menjadi acuan dalam menentukan calon presiden. Elektabilitas tidak mencerminkan intelektualitas dan kualitas calon presiden," ujarnya lagi.
Masyarakat sipil disarankan harus lebih kritis dan tidak mudah terpengaruh oleh angka-angka elektabilitas. Demokrasi disebut Rocky bukan hanya pemerintahan dari, oleh, dan untuk rakyat, tetapi juga pemerintahan yang berakal. Rakyat harus menggunakan akal sehat dalam memilih presiden, karena presiden akan membuat kebijakan yang berdampak pada kehidupan rakyat.
"Demokrasi adalah bukan pemerintahan dari, oleh, dan untuk rakyat. Demokrasi adalah pemerintahan yang berakal," teags Rocky.
Editor: Aspian Nur