Terkat hal ini, Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos PM) Samarinda, Isfihani menjelaskan, jika pihaknya belum bisa melakukan tindakan terhadap pengemis tersebut.
“Kita tidak bisa sembarangan angkut, karena kita tidak punya keahlian. Jadi biar pihak yang memiliki wewenang saja yang amankan, kalau diserahkan ke Dinsos PM ya kami akan terima,” ujar Isfihani, Senin (29/1/2024).
Pria yang akrab disapa Isfi ini mengaku, jika keperluan mengemis hanya untuk membeli beras, harusnya bisa langsung datang ke Dinsos PM Samarinda di Jalan Basuki Rahmat.
Di kantor ini, dia akan senang hati memberikan beras dan beberapa makanan lainnya yang merupakan persediaan dari Dinsos PM. “Ada beberapa (pengemis) yang sudah datang, mereka minta ya kita berikan. Jadi kalau mau untuk beli beras saja, silahkan datang ke sini akan kami beri,” tegasnya.
Ditanya status pengemis tersebut, Isfi mengaku belum bisa memberi kepastian apakah termasuk masyarakat miskin estrem. Namun dia menduga bisa saja pengemis tersebut berasal dari luar daerah, kemudian memanfaatkan datang ke Samarinda untuk mengemis.
“Belum bisa langsung dikatakan dia warga miskin ekstrem, karena bisa saja dia dideportasi, kemudian sengaja dibawa ke sini kan,” tegasnya.
Editor: Maruly Z