Rusmadi mengatakan perlu bersyukur terhadap kegiatan mulia ini. Karena menurutnya dulu tidak pernah dilakukan kegiatan manasik kesehatan haji yang secara khusus.
“Manasik kesehatan haji ini dimulai sejak tahun 2016 dilakukan oleh pemerintah. Sudah 7 tahun berjalan. Tentunya harapan kami selaku pemerintah, kegiatan ini dapat dimanfaatkan agar jemaah haji bisa mempersiapkan diri, baik fisik maupun mental, sehingga memenuhi kriteria istitho’ah menurut perspektif kesehatan,” katanya seperti dilansir dari laman Diskominfo Samarinda.
Rusmadi menyebutkan niat ikhlas para jemaah haji dalam melaksanakan ibadah haji akan terganggu jika tidak sehat secara fisik.
“Dalam melakukan rukun ibadah haji ini diperlukan fisik yang prima. Saya pastikan, bahwa soal kesehatan menjadi mutlak dan penting ketika kita akan menunaikan syariat rukun haji secara tunai dan tentu kita berdoa, bapak ibu sekalian diberikan kesehatan, dijaga selalu dalam kebaikan dan berangkat diberikan kemudahan dalam perjalannya dan mudahan kembali menjadi haji yang mabrur,” tutur Rusmadi mengakhiri.
Sebelumnya kepala Dinas Kesehatan Samarinda dr Ismid Kusasih manasik kesehatan haji yang dilaksanakan Puskesmas Sempaja ini dikhususkan kepada calon jemaah haji keberangkatan 2024 yang berada di bawah asuhan Puskesmas Sempaja
“Kita bersyukur Puskesmas Sempaja menjadi inisiator kegiatan manasik kesehatan haji ini. Karena memang kegiatan ini sudah dilaksanakan secara khusus dan Kemenkes pun sudah memiliki program standar pembinaan manasik kesehatan haji, tidak lagi di Kementerian Agama,” beber Ismid.
Oleh karena itu kegiatan ini harus terlaksana dengan baik dan lancar serta diikuti pula secara sungguh-sungguh oleh calon jemaah haji.
Editor: Maruly Z