Menurut keterangan Tantri (46), saat itu dirinya sedang duduk santai di ruang tamu dengan pintu rumah terbuka, lantaran kondisi panas terik.
Tak lama, ia melihat dari jendela ada asap putih tepat di samping rumahnya. Ia mengira hanya asap dari pembakaran sampah, tetapi kemudian asap berubah menjadi hitam, dan akhirnya ia pun mengecek keluar rumah. Benar saja, ternyata api sudah membesar dan mengenai dinding rumah pak Ballu yang ada di Kawasan tersebut.
"Kan sudah biasa bakar-bakar sampah, saya cek itu asap hitam tebal dan apinya besar, yang terbakar itu sofa rusak, sudah kena dinding rumah Pak Ballu," katanya saat ditemui di lokasi kejadian tadi.
Ia pun mengaku saat terjadinya kebakaran itu situasi sepi, dan tidak melihat siapa pelaku yang membakar.
"Saya lihat tidak ada siapa-siapa, saya dan pemilik rumah saja, teriak minta tolong. Sambil masuk ke rumah ambil air, terus saya lempar begitu, karena hawa panasnya itu sampe teras rumah saya, gak lama datang warga sama pemadam," pungkasnya.
Dari informasi yang dihimpun korankaltim.com di lapangan, puluhan alat pemadam api ringan (apar) juga dimanfaatkan warga untuk membantu memadamkan api di lokasi kejadian.
Editor: Maruly Z