Padahal jalan yang menghubungkan antara Kecamatan Muara Jawa dan Kecamatan Sanga-Sanga itu menjadi satu-satunya akses masyarakat sekitar untuk memangkas waktu perjalanan ke wilayah Samarinda atau daerah lainnya.
Nur, warga Kecamatan Muara kepada Korankaltim.com Selasa (26/12/2023) hari ini menyampaikan, kondisi jalan tersebut terlihat lebih parah kerusakannya dari pada sebelumnya.
"Janjinya perbaikan jalan longsor itu selesai Februari 2024 tetapi disamping jalan yang lain juga digali, jadi retak lagi jalannya," ucap Nur.
Saat ditanyakan terkait target pengerjaan di bulan September, menurut informasi yang dia ketahui pada bulan tersebut baru dilakukan kajian dan Februari baru dilakukan perbaikan.
Masyarakat sekitar hingga saat ini masih mengeluhkan kondisi jalan yang rusak karena kondisinya lebih membahayakan saat melintas.
"Saat hujan becek dan licin dan masyarakat banyak yang terjatuh," tuturnya.
Sementara saat panas kondis jalan sangat berdebu, sehingga masyarakat yang menggunakan motor lebih memilih melewati jalan longsor menghindari berselisih dengan mobil-mobil besar dan menempuh jarak yang rusak lebih sedikit.
"Ketimbang melewati jalan peralihan disamping jalan yang longsor, kondisi jalannya belum ada perbaikan hanya saja jalan yang longsor sudah diratakan dengan tanah tetapi belum ada tindak lanjut untuk disemenisasi kembali, karena juga masih aktif galian penambang dikawasan tersebut," paparnya.
Editor Aspian Nur