Kepulan asap hitam tebal membumbung tinggi, disusul dengan kobaran api dari tengah pemukiman padat penduduk tersebut. Seketika, kobaran api tersebut pun membuat warga sekitar menjadi panik dan berhamburan untuk menyelamatkan diri serta barang berharganya.
Dari pantauan di lapangan, upaya pemadaman sendiri berlangsung cukup lama, kurang lebih tiga jam, sejak pukul 15.00 WITA hingga 18.00 WITA. Titik api yang berada di tengah pemukiman tersebut membuat kewalahan petugas bersama relawan, lantaran akses masuk ke lokasi yang sempit yakni di dalam gang.
Mau tidak mau petugas pun berbagi tugas melakukan upaya pemadaman dari segala sisi dengan memanfaatkan air parit serta sungai dan menyambungkan selang hingga sampai ke titik api.
Salah satu warga yang rumahnya turut terbakar, Juari (65) saat ditemui di lokasi kejadian mengatakan saat itu sekitar pukul 15.00 WITA, dirinya dihubungi oleh istrinya memberitahu bahwa terjadi kebakaran tepat di belakang rumahnya.
Mendengar kabar itu, pria yang sehari-harinya bekerja sebagai buruh pengangkut barang di Pasar Segiri itu bergegas pulang menyelamatkan barang-barang berharganya.
"Asal apinya dari belakang rumah, saya juga tidak tahu, ada atau tidak orangnya, saya sama anak istri langsung ambil barang-barang penting seperti surat-surat penting, TV, kulkas, dan sebagian pakaian, sisanya perabotan saya bilang gak usah saja, tutup pintunya kita pergi," ungkapnya.
Pasalnya kata pria 65 tahun itu, pasca ia tiba di rumahnya, api tiba-tiba sudah membesar dan menyebar ke bangunan lainnya yang rata-rata bermaterial kayu meski kondisi tengah hujan cukup deras. "Saya tinggal di bangsalan, itu sejak tahun 1991, ya selama ini aman saja, tetapi namanya musibah kita tidak tahu," tutupnya.
Sementara itu, Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Ary Fadli melalui Kapolsek Samarinda Ulu, AKP Yasir mengatakan, untuk saat ini penyebab kebakaran masih dilakukan penyelidikan. "Situasi masih ramai, jadi anggota kami sedang mengumpulkan data-data serta keterangan saksi-saksi," katanya saat ditemui di lokasi kejadian hari ini.
Yang jelas tambah Yasir, berdasarkan keterangan RT setempat, untuk bangunan yang terbakar ada di empat RT yakni 31,32,33 dan 40. "Jumlah bangunan yang terbakar masih kami data, karena banyak rumah sewaan seperti bangsalan dan indekos," tutupnya.
Editor: Maruly Z