Hal itu diungkapkan Asisten Manajer Humas Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Kencana, Sendya Ibanez.
“Gangguan layanan itu kami setop produksi dulu, karena jalur itu tidak mungkin dilalui air. Jadi kita setop dulu pada saat pengerjaan,” kata Sendya pada Koran Kaltim, Senin (18/12/2023).
Pengerjaan penggantian pipa sendiri jika menurut progres akan dilakukan selama sehari, namun dirinya juga tidak bisa memastikan apabila terjadi kendala di lokasi. Sendya juga menjelaskan, dari pihak Perumdam Tirta Kencana juga sudah menyiapkan semua peralatan yang akan digunakan seperti perpipaan yang akan diganti.
“Jadi pada saat nanti dibongkarnya pipa, kita langsung sediakan pipa yang mau dipasang, itu untuk mengehemat waktu pemasangan,” jelasnya.
Bukan seperti penanganan pecah pipa yang tidak terjadwal, pengerjaan perbaikan ini sudah tersusun dengan matang, sehingga bahan-bahan yang sekiranya diperlukan sudah tersedia. Namun meskipun sudah dijawadkan, distribusi air tidak bisa dialirkan ke masyarakat.
“Pengerjaannya kemungkinan sampai sore, tetapi progres pekerjaan di lapangan ini kan tergantung pihak ketiga. Tapi kami tetap mengawasi pekerjaan di lapangan ini,” urainya.
Dia menambahkan, kendati ada perbaikan, air kemungkinan tetap mengalir meski dengan debit kecil untuk daerah-daerah tertentu dari pagi hingga sore hari. Namun untuk pemulihan secara keseluruhan diperkirakan pada malam hari sekitar pukul 00.00 WITA.
Adapun beberapa daerah yang akan terdampak dari pengerjaan perbaikan IPA yakni Jalan MT Haryono, Juanda, Perumahan BAP, Kadrie Oening, AW Syahranie, dan daerah pelayanan booster AW Syahranie.
Editor: Maruly Z