Meski demikian, tak sedikit pula peserta sunatan massal ini justru antusias dan bersemangat menunggu giliran ‘potong burung’. Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas Samarinda, Ahmad Imam Royani menyampaikan, ada sebanyak 232 anak yang mendaftar dalam khitanan massal ini.
“Hasil dari acara khitanan massal ini tidak luput dari sedekah-sedekah yang dikumpulkan melalui sedekah durian (dua ribuan) yang dikumpulkan oleh adik-adik kita dari seluruh SD se-Samarinda,” kata Royani.
Kegiatan ini jelasnya terselenggara berkat sedekah dan infaq murid TK, SD dan SMP yang ada di Samarinda. Royani melaporkan, mulai Januari- November 2023, pihaknya sudah berhasil menghimpun dana sebesar Rp238.502.900. “Baznas ini hanya wasilah dari sekedah yang dikumpulkan di seluruh Samarinda mulai TK, SD, dan SMP inilah yang digunakan untuk acara-acara,” terangnya.
Diantaranya santunan pada anak penyandang disabilitas yang telah berlangsung pada Kamis (7/12/2023) lalu. Bahkan Baznas juga menyelenggarakan santunan untuk anak yatim, di mana pada 2022 lalu ada 1.000 anak, namun pada tahun 2023 ini ada 3 ribu anak. “Itu juga bagian dari sedekah durian ini, jadi bukan pungutan liar, itu sedekah ikhlas yang murni dari teman-teman kita, SD san SMP seluruh Samarinda,” bebernya.
Sementara itu tim medis kegiatan khitanan massal ini, dr Richard menyampaikan arahan terkait penanganan usai khitan dan mencegah kepanikan dari orang tua apabila terjadi sesuatu yang di luar dugaan. Disampaikannya, pada saat di khitan pihaknya menggunakan sistem laser, kemudian usai di khitan tidak akan dipakaikan perban. “Agar hasilnya nanti bisa cepat kering, untuk mekanisme akan dipanggil beberapa anak dulu beberapa anak, kemudian sambil menunggu giliran di sunat,” jelasnya.
Nantinya akan ada tujuh operator yang melaksanakan khitan dengan alat yang lengkap dan ruangan yang nyaman.
Editor: Maruly Z