Kepala Dinkes Kaltim Jaya Mualimin menjelaskan, teknologi Wolbachia kemungkinan mampu menekan nyamuk aedes aegypti. "Program teknologi Wolbachia ini merupakan inisiasi dari Kemenkes (Kementerian Kesehatan) RI dengan menghasilkan bakteri alami dari teknologi tersebut yang dirasa mampu mengurangi penyebaran nyamuk DBD," ucap Jaya Mualimin kepada Korankaltim.com Jumat (1/12/2023).
Teknologi Wolbachia sendiri menurut Kemenkes RI menggunakan metode penggantian di mana nyamuk jantan dan betina ber-Wolbachia dilepaskan ke populasi alami, kemudian pendekatan ini memastikan keturunan nyamuk setempat juga mengandung Wolbachia yang menciptakan efek perlindungan berkelanjutan.
"Sebelumnya Kemenkes RI juga telah menunjuk 5 kota di Indonesia yang menjadi pilot projects program teknologi Wolbachia dan sejak bulan Agustus 2023 lalu Kota Bontang masuk daerah di Kalimantan Timur yang dipilih," papar Jaya.
Pemilihan Bontang karena daerah tersebut menjadi daerah tertinggi kasus DBD-nya di Provinsi Kaltim Dinkes Kaltim pun menyambut baik mengingat angka kematian di Benua Etam akibat DBD hingga sekarang masih sangat tinggi.
"Untuk awal teknologinya ini dikembangkan di laboratorium yang memang khusus mengumpulkan telur-telur nyamuk lalu dicampurkan dengan bakteri Wolbachia, yang berada di Jogjakarta," jelas Jaya.
Editor: Aspian Nur