Kepala DP3A Kukar melalui Sekretaris DP3A Kukar Hero Suprayento menjelaskan, pihaknya akan melakukan perbaikan dalam prospek pusat kebijakan yang perbaikannya sampai pada pelaksanaan. Tentu hal ini dalam rangka menekan angka stunting di Kukar. Sehingga, pihaknya akan melakukan pemetaan dengan baik terlebih pada kebutuhan dalam penanganan stunting baik dalam proses administasinya dan pelaksanannya.
“Kita harus bisa memilah itu, dan ini merupakan sebuah kerja keras bersama, jadi semuanya harus bisa mengendalikan kebutuhan belanja untuk penanganan dan kebutuhan belanja berdasarkan administrasi,” bebernya usai menggelar rapat koordinasi.
Hero menjelaskan, beberapa penanganan sudah dilakukan oleh Pemkab Kukar dengan cara bersinergi Bersama beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Menurutnya, ada banyak faktor yang menyebabkan terjadinya stunting. Diantaranya kondisi faktual yang disebabkan kondisi ekonomi, tapi juga ada faktor prilaku.
“Faktor ini yang menjadi fokusan kita, karena faktor prilaku bisa kita lakukan langkah-langkah preventif yang bisa diterapkan dan bersifat kontinyu, contohnya kita berikan pendampingan kepada anak remaja,” ujarnya.
Kesadaran masyarakat menjadi penting dalam melakukan upaya preventif pada kasus stunting, sehingga untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya stunting juga memerlukan pendekatan secara humanis. “Faktor perilaku yang buruk itu hanya bisa diminimalisir dengan pendekatan psikologis atau humanis agar mereka tidak merasa terganggu,” ungkapnya.
Sedangkan jika faktor penyebab stunting dari faktor ekonomi, cara untuk menangani kasus tersebut membutuhkan suplai makanan yang bergizi. Menurutnya, upaya ini lebih tepat sasaran jika ingin mengentaskan persoalan stunting.
“Bukan berdasarkan perkiraan-perkiraan saja, sehingga perlu data yang riil jika ingin mengentaskan masalah stunting ini,” ungkapnya. Hero menjelaskan, pihaknya akan terus melakukan penanganan masalah ini agar anak-anak yang ada di Kukar dapat tumbuh kembang dengan baik.
Editor: Maruly Zainuddin