"Kalau ukuran panjang 1,5 meter dari ujung hidung sampai ekornya, sedangkan tingginya sekitar 60 cm. Ini masih perkiraan saja, karena belum pemeriksaan fisik langsung," sambungnya.
Disinggung soal jenis dari harimau tersebut, ia menyebutkan dari Sumatera, tetapi tepatnya belum diketahui. "Harimau Sumatera, tetapi ini masih estimasi, belum dipastikan, karena nanti akan diambil sampelnya," sebutnya.
Untuk proses evakuasi sendiri nantinya menggunakan obat bius khusus dengan dosis sesuai dengan besar tubuh harimau. "Karena ini kan satwa liar, jadi petugas harus safety, termasuk satwanya juga harus safety," terangnya.
Ditanya terkait dengan kondisi harimau tersebut pasca menerkam manusia, secara kasat mata ia belum bisa memastikan. "Belum bisa dipastikan, karena saat kami masuk tidak banyak bereaksi hanya diam saja, tetapi saat ada orang masuk dengan jumlah yang banyak dia mulai bereaksi dengan mengerang. Jadi, saat itu kami langsung keluar, karena perilaku berubah, takutnya berisiko," pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, tim evakuasi dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSD) Kaltim, sudah bersiap dan masih menunggu kandang dengan ukuran lebih besar dari Kecamatan Tabang, Kukar.
Sebelumnya, Suprianda (27) tewas usai diterkam harimau, milik majikannya, di Jalan Wahid Hasyim II, RT.11, Kelurahan Sempaja Barat, Kecamatan Samarinda Utara, Sabtu (18/11/2023) kemarin sekitar pukul 11.00 WITA. Akibat terkaman hewan buas itu, Suprianda tewas saat itu juga dan saat ini telah dimakamkan oleh pihak keluarga.
Editor: Maruly Zainuddin