Kepala BI Kaltim, Budi Widihartanto memberikan materi secara langsung, dan ia mengatakan bahwa peran wartawan diperlukan sebagai jalur komunikasi. “Capacity building untuk wartawan merupakan agenda rutin yang digelar BI Kaltim setiap tahunnya. Sehingga mereka dapat mengetahui arah kebijakan yang telah dilakukan central yang kemudian dipublikasikan,” ujar Budi.
Materi dilanjutkan dengan perekonomian terkini dan respons kebijakan Bank Indonesia. Budi menjelaskan bahwa overview perkembangan ekonomi dan inflasi Kaltim, terjadi perlambatan dan ketidakpastian ekonomi global.
“Ketidakpastian global dan geopolitik menyebakan pertumbuhan ekonomi di 2023 diperkirakan melambat. Kemudian, interest di mana suku bunga negara maju yang tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama (higher for longer),” ujarnya.
Budi juga menerangkan kondisi perekonomi dan inflasi nasional, perkembangan ekonomi Kaltim, perkembangan inflasi gabungan kota IHK Kaltim, perkembangan perbankan Kaltim, perkembangan sistem pembayaran Kaltim, dan prospek ekonomi di Kaltim.
Selain itu, perlu ditekankan bahwa pemilihan Bali sebagai lokasi kegiatan ini merupakan hasil kesepakatan bersama. Melihat Kaltim sebagai salah satu provinsi yang menjadi ikon nasional, terlebih dengan perubahan kebijakan baik secara global maupun nasional, Bank Indonesia mengakui dampak yang signifikan terhadap Kaltim.
Oleh karena itu, pemantauan dan evaluasi terhadap perkembangan ini menjadi penting bagi kita semua.
"Penting bagi kita untuk terus mengikuti perkembangan dan melihat dampaknya di Kalimantan Timur," tegasnya. Para wartawan pun mendapat Materi dari Kepala KPW BI Kaltim Budi Widihartanto dan Pimpinan Redaksi Republika Elba Damhuri.
Editor: Maruly Z