Pengurasan ini dilakukan untuk menjaga kualitas air hingga sampai pada pelanggan. Di mana, pihak Perumdam Tirta Kemcana memang rutin melakukan pengurasan selama tiga bulan sekali.
“Jadi ada bak sedimentasi dan flokulasi yang bakal dikuras. Sehingga nanti akan kosong nih di bak ini, kemudian kan air hanya tinggal di pipa saja,” ujar Asistem Manajer humas Perumdam Tirta Kencana, Sendya Ibanez, Minggu (12/11/2023).
Sendyah juga mengaku untuk pengurasan sendiri membutuhkan waktu mulai pukul 08.00 WITA. Oleh sebab itu, masyarakat di Kawasan sekitar IPA Pulau Atas diimbau untuk bersiap diri dengan melakukan penampungan air.
Namun, dia mengatakan, pengerjaan pengurasan bisa saja lebih cepat tergantung dengan pengerjaannya nanti. Semakin cepat maka akan semakin baik. Adapun beberapa daerah yang akan terdampak seperti Jalan Telkom, Jalan Olah Kebaya, Jalan Menang, Jalan Sekoahan, Jalan Tatako, Jalan Masaji, Jalan Sultan Sulaiman, Jalan Pelita 5, Jalan Pelabuhan, Jalan Poros Samarinda Anggana, Jalan Marga Bakti, Jalan Tridarma, Jalan Kenangan dan sekitarnya.
“Tapi kalau cepat pengerjaannya air juga tidak bisa langsung kencang mengalirnya. Jadi kita bukanya (pendistribusian air) perlahan, karena takut pipanya malah bocor kan,” terangnya.
Pihaknya mengimbau masyarakat di daerah terdampak untuk bisa menampung air sehari sebelum dilakukan pengurasan. “Kita imbau pada masyarakat untuk bisa menampung air dulu sebelum dilakukan pengurasan. Pengurasan ini kami terima informasi dari pihak distribusi memang dadakan, mudahan bisa tersampaikan. Karena ini sifatnya rutin, tiap tiga bulan sekali kan jaga kualitas air,” ungkapnya.
Pihaknya juga terus berkomitmen untuk menjagaan kualitas air agar sampai ke pelanggan dengan baik hingga ke rumah-rumah warga. “Kalau dalam satu tahun itu empat kali dan itu tergantung, kita melihat juga ya. Kalau memang filter kami sudah mulai kotor, lalu ada yang namanya vlug air sudah mulai naik ke permukaan maka kita akan cepat-cepat lakukan pengurasan,” jelasnya.
Editor: Maruly Zainuddin