Ketua BLC Samarinda, Nurul menyampaikan pihaknya mengambil tema ‘Harmoni untuk BLC’ sebagai salah satu pemacu keharmonisan dalam komunitas.
“Karena kemarin Hari Pahlawan, kami mengambil tema tersebut. Jadi kami mengajak teman-teman ini untuk refresh harmoni ini, supaya tetap saling membantu dan tolong menolong,” kata Nurul.
Memiliki slogan ‘Kami Berkarya, Kami Peduli, Kami Perbaiki’ adalah sebuah komunitas yang dikenal dengan istilah ‘berkumpulnya acil-acil wadai ’. Di mana, komunitas ini berisikan 60 orang yang memiliki usaha di bidang kuliner, atau hanya sekadar untuk menyalurkan hobi masak dan membuat olahan kue.
“Kami bentuk komunitas ini 10 tahun yang lalu dan setiap bulan kita lakukan acara pertemuan seperti arisan, tetapi selalu kita isi dengan kegiatan lain,” bebernya.
Selain itu, terdapat empat kali dalam setahun BLC melakukan latihan bareng (latbar). BLC sendiri ada empat wilayah komunitas yakni Samarinda Seberang, Samarinda Kota, Sungai Pinang Dalam dan Bengkuring.
Dia juga menjelaskan, kini area BLC tidak hanya Samarinda saja, namun juga mencakup Tenggarong. Sehingga apabila ingin mengadakan latbar akan dilakukan bergilir.
“Kami juga rutin melakukan kegiatan sosial, seperti kemarin kami mengadakan bazar amal. Jadi di bazar amal itu kita minta 30 persen dari hasil penjualan itu untuk disumbangkan,” ungkapnya.
Untuk 2023 ini pihaknya menyalurkan hasil dari bazar amal ke Rumah Singgah ICare dan rumah singgah kanker yang ada di Samarinda. Tak hanya sekadar membuat kue dan masakan yang bakal dijual. Namun, ternyata resep makanan yang sudah ada ini bisa dibagi ke antar anggota.
“Kalau latbar kita sharing, misal mau kue apa, kalau ada satu yang bisa nanti diajarkan. Jadi semuanya tau resep ini, kalaupun mau dijual juga resep yang ada itu,” pungkasnya.
Editor: Maruly Zainuddin