Dalam hal ini, ia mengatakan bahwa perlu adanya upaya preventif dan alternatif yang lebih kuat untuk mengatasi masalah ini. Ia juga menyarankan agar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda memberikan dorongan dan kampanye anti-bullying di seluruh satuan pendidikan di Kota Tepian.
Salah satu alternatif yang diusulkannya dengan menggunakan platform digital untuk menyebarkan pesan "Stop Bullying" dan mempromosikan pencegahan perundungan di kalangan pelajar. "Mungkin kita bisa buat slogan stop bullying di antara pelajar dan itu di sosialisasikan di setiap sekolah, agar dapat mencegah kasus perundungan," ujarnya, Selasa (7/11/2023).
Oleh karena itu, Politikus Partai Gerindra itu menyatakan bahwa pentingnya pihak terkait agar dapat lebih memperhatikan persoalan ini secara intensif, dan ia juga mendorong siswa untuk berani melaporkan kasus perundungan jika terjadi pada dirinya.
"Kasus bullying ini seperti fenomena gunung es, yang kelihatan hanya satu atau dua padahal sebenarnya banyak kasusnya tetapi banyak yang belum diketahui," jelasnya.
Sehingga Deni sendiri meyakini bahwa dengan pendekatan yang tepat, kampanye anti-bullying dan pencegahan yang dilakukan dapat membantu menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman terhadap kesejahteraan siswa.
Editor: Maruly Zainuddin