“Langkah kita yang akan menjadi tuan rumah MTQ ke-30, kita juga meninjau beberapa venue kita dan beberapa pra sarana kita yang cukup terabaikan,” ujar Akmal.
Dirinya berharap pada Sekretaris Daerah (Sekda) Kaltim Sri Wahyuni selaku Ketua MTQ Kaltim nanti agar bisa menginventarisir segala persiapan. “Kita berharap karena kemarin sudah rapat di Jakarta, pemanfaatan pra sarana ini kembali tidak hanya kebutuhan olahraga semata tetapi juga untuk kebutuhan lain,” terangnya.
Nanti pihaknya akan mengusulkan pada Kementerian PUPR untuk rehabilitasi hotel atlet agar kemudian nantinya bisa dimanfaatkan untuk even-even lainnya.
“Mumpung kita punya even MTQ ini. Setelahnya bisa kita manfaatkan misal olahraga, bisa juga dikerja samakan untuk hotel ataupun kegiatan-kegiatan lainnya,” terangnya.
Dirinya juga berharap muncul generasi pemuda yang berani untuk bekerja sama. Misal Pemprov Kaltim membangun konsorsium yang kemudian pengelolaannya diserahkan pada pemuda.
“Kita menchallenge (menantang) pemuda yang ada di Kaltim yang berani bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk mengelola aset-aset daerah yang kurang teroptimalkan,” tegasnya.
Tak hanya hotel atlet saja, Stadion Palaran juga dibuat konsep yang sama. Di mana pihaknya memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk pengelolaannya. “Modal bisa belakangan, yang penting nyali dulu,” pungkasnya.
Editor: Maruly Zainuddin