Menurut keterangan Ketua Rukun Tetangga (RT) setempat, Hatta Mustafa, saat itu dirinya sedang melintas di Jalan Bung Tomo dan melihat ada asap tebal, dari salah satu bangunan. Awalnya ia mengira asap berasal dari dapur salah satu tempat makan, tetapi saat dipastikan ternyata dari bangunan ruko Optik Purnama. Bangunan itu kondisinya tergembok, lantaran persiapan untuk salat.
"Setelah itu saya langsung informasikan ke grup-grup relawan, kemudian tetangga sebelahnya langsung menghubungi pemiliknya dan langsung datang, saat dibuka api itu sudah membesar di bagian gudang," ungkapnya.
"Kemudian kami menggunakan dua apar (alat pemadam api ringan), tetapi tidak mampu, gak lama datang petugas dari posko lima, melakukan upaya pemadaman," sambungnya.
Lanjut kata Hatta, berdasarkan keterangan dari pemiliknya tidak ada aktivitas masak memasak di ruko tersebut. "Jadi, yang terbakar itu dinding dan bagian plafon. Kemungkinan itu korsleting listrik," tutupnya.
Sementara, Koordinator Posko 5 Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar) Kota Samarinda, M Fadli mengatakan pasca mendapatkan laporan kebakaran di Jalan Bung Tumo, kemudian pihaknya pun langsung meluncur ke Tempat Kejadian Perkara (TKP).
"Awalnya dikira itu tempat makan Mimi Chiken, ternyata optik, dugaannya korsleting listrik, dari mesin pemotong kaca mata, karena infonya tercolok (kabelnya)," ungkapnya. "Tetapi pastinya masih dalam penyelidikan kepolisian," sambungnya.
Untuk upaya pemadaman sendiri diakuinya tak ada kendala, dan api bisa dikuasai setelah 30 menit kemudian. "Kalau kendala tidak ada ya, dan api bisa kami kuasai setengah jam," pungkasnya.
Editor: Maruly Zainuddin