Dikonfirmasi terkait hal itu, Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Ary Fadli melalui Kapolsek Samarinda Seberang, AKP Izdiharuddin Faris mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih akan melakukan pemeriksaan saksi-saksi, terkait dengan dugaan adanya penimbunan BBM tersebut.
"Jadi, informasi yang beredar itu penimbunan (BBM), tetapi yang kami amankan itu hanya satu jeriken kapasitas 45 liter yang sudah hangus terbakar. Apakah itu hanya konsumsi sendiri atau tidak, itu masih kami dalami," ungkapnya saat dikonfirmasi siang tadi. "Untuk mobil yang terbakar juga sudah diamankan (police line), dan saksi masih mau diperiksa," sambungnya.
Ditanya bagaimana kronologis awal kebakaran itu terjadi, perwira tiga balok itu menyebutkan bahwa berdasarkan informasi yang diterima di lokasi bahwa kebakaran berawal dari korsleting listrik. Kemudian tiba-tiba terdengar suara ledakan dari meteran listrik dan muncul percikan api yang menyambar jeriken tersebut.
"Dan infonya juga katanya di situ ada bengkel, tetapi ini masih kami dalami lagi. Karena ini baru informasi di luar itu liar, ada yang bilang bengkel, ada juga penimbunan BBM," bebernya.
Terkait dengan kerugian material yang dialami akibat kebakaran tersebut, diperkirakan mencapai Rp500 juta. "Itu yang terbakar satu rumah tunggal berlantai dua, dua unit mobil dan dua sepeda motor," tutupnya.
Editor: Maruly Zainuddin