Saat membuang sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sambutan di Kecamatan Sambutan, Kota Samarinda pada Jumat (13/10/2023) lalu, mereka tak bisa masuk karena ada tumpukan ban dan kayu balok.
Ironisnya, saat sopir turun dari truk untuk menyingkirkan ban dan kayu balok tersebut mereka justru didatangi tiga orang yang datang tiba-tiba keluar dari semak-semak, kemungkinan bersembunyi dan langsung menodongkan sebilah pisau sembari meminta uang.
Hal ini diungkapkan Kepala Dinas DLH Samarinda Endang Liansyah melalui Kepala Bidang (Kabid) Pengolahan Sampah dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) Boy Leonardo Sianipar yang sudah menerima laporan terkait kejadian itu dari para supir.
“Kejadiannya jam sembilan malam. Akses jalan masuk ke TPA Sambutan kan baru sebelah, jadi ketika ada sesuatu di depan, otomatis sopir harus turun untuk menyingkirkan terlebih dahulu,” kata Boy kepada Korankaltim.com Minggu (15/10/2023).
Ternyata itu merupakan modus saja karena setelahnya terjadi peristiwa seperti yang disebutkan diatas. Tak hanya meminta uang alias memalak sopir truk dari DLH, ketiga oknum itu juga melakukan hal yang sama kepada sopir mitra mereka walaupun bukan bagian dari DLH.
“Mereka meminta uang dengan mengeluarkan sajam, kemudian juga terdengar seperti senapan angin. Sudah pasti itu membuat mereka merasa terancam saat ingin membuang sampah ke TPA Sambutan,” papar Boy.
Sabtu (14/10/2023) malam kemarin DLH Samarinda sudah ke lokasi namun hingga pukul 01.00 WITA tidak ada gangguan dari para pelaku yang semulanya menghadang armada.
Boy curiga informasi penghadangan dan meminta uang itu sudah bocor duluan ke pelaku. DLH Samarinda juga bersama Polsek setempat melakukan pengawasan untuk mengetahui apakah ini merupakan penyerangan permanen atau tidak.
“Diduga itu oknum preman yang ada disekitar, karena memang jalan masuknya gelap. Semoga ada solusi terkait langkah apa yang harus dilakukan baik bersama kecamatan, TNI maupun polsek,” paparnya.
DLH Samarinda dan mitranya tak ingin kejadian ini terus berulang. Meski tidak ditentukan terkait uang yang diminta, namun sopir mengaku resah apalagi ada tiga sopir yang mengalami hal serupa pada waktu yang berbeda-beda karena memang pemungutan sampah dilakukan pada malam hari.
Dirinya berharap kejadian ini bisa diatasi dan para pelaku bisa segera diamankan agar para sopir truk pengangkutan sampah bisa bekerja seperti biasa.
Editor: Aspian Nur