Aksi ini sebagai buntut dari meninggalnya masyarakat yang tertembak saat kisruh di Seruyan, Kalimantan Tengah. Ketua Umum HMI Samarinda, Ronny Hidayatullah menyebut, selain persoalan Hak Asasi Manusia (HAM), pihaknya juga mendesak Presiden RI dan Kapolri agar mengusut tuntas permasalahan tindak represif kepada masyarakat Indonesia.
Mereka juga meminta copot dan hukum oknum anggota polri yang diketahui melakukan tidak represif dan arogan terhadap warga, terkhusus di Kota Tepian.
"Sudah banyak sekali video di sosial media yang menunjukkan keganasan oknum polisi kepada masyarakat kecil di Indonesia, padahal tugas dan kewajiban mereka bukan itu. Tapi sebaliknya, oknum polri ini malah menimbulkan ketakutan bagi masyarakat," katanya.
Sementara, Wakapolresta Samarinda, AKBP Eko Budianto mengapresiasi langkah dan komitmen HMI terhadap penghapusan tindakan kekerasan oleh oknum polisi kepada masyarakat kecil di Indonesia. Menurutnya, apa yang telah terjadi di beberapa wilayah bisa menjadi evaluasi bersama agar ke depannya hal serupa tidak terulang lagi.
"Tentunya kita berharap hal seperti itu tidak terjadi di Samarinda," tegasnya saat menghampiri massa aksi di depan kantor Polresta Samarinda.
Ia menegaskan, jika ada oknum yang terdeteksi melakukan pelanggaran atau tindakan represif kepada warga, maka akan ditindak tegas oleh Polresta Samarinda. "Semoga toleransi warga dengan kepolisian tetap terjaga dengan baik serta saling menghargai," singkatnya.
Editor: Maruly Zainuddin