Seiring berjalannya operasi pasar, di sosial media ada saja masyarakat yang mengaku sebagai penjual tabung gas seharga Rp20 ribu untuk sekadar isi. Bahkan tak tanggung-tanggung ada yang mengaku masih memiliki stok sebanyak 40 tabung.
Menanggapi hal ini Wakil Walikota Nusyirwan Ismail memastikan tim nya terus bergerak untuk mencari pelaku penimbungan gas melon.
“Nanti akan saya cek lagi siapa saja yang sudah mendapatkan gas 3 kg itu. Karena itu kan seharusnya menjadi subsidi bagi masyarakat yang tidak mampu, jangan sampai dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab. Satpol PP sudah bergerak mencari pelaku penimbunan tabung gas,” ujar orang nomor dua di Samarinda ini.
Ia pun memastikan, pihak yang memiliki stok tabung gas berlebih harusnya hanya yang memiliki pangkalan.
“Apalagi kalau yang punya sebanyak 40 tabung itu seharusnya di pangkalan saja. Sebab pertamina sudah mengatur dengan tegas ke agen-agen yang disalurkan ke pangkalan aturannya 3,2,1,” jelasnya.
Ia pun merincikan untuk pihak pengecer hanya dibatasi 3 tabung per hari, sedangkan untuk usaha mikro hanya 2 tabung dan 1 tabung untuk setiap rumah tangga.
“Dengan begitu, tidak akan bisa eceran menyimpan stok yang terlalu banyak jadi bisa dipastikan hanya pangkalan yang bisa menyetok banyak dan harganya pun tidak boleh lebih dari Rp16 ribu,” tutup Nusyirwan. (ms)