Hal ini diungkapkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda, Suwarso yang ditemui di lokasi, Jumat (29/9/2023) sore tadi. "Jadi, ini kami konsentrasi ke wilayah bawah, karena apinya cukup besar, sehingga tim di lapangan secara 'keroyokan' melakukan pemadaman," tuturnya.
Dia mengatakan, yang menjadi kendala utama dalam upaya penanganan adalah karena titik api yang berada di lereng, ditambah dengan jarak sumber air yang jauh. "Itu sudah ditelusuri sampai ke bawah, posisinya jurang, makanya harus pelan-pelan, tidak bisa cepat," sebutnya.
"Selain itu juga, memang perlu ada penambahan alat satu unit ekscavator dan alhamdulillah sudah ada dari perusahaan. Jadi, nanti ada empat unit," sambungnya.
Ditanya terkait penanganan yang dilakukan 24 jam tersebut, Suwarso mengaku Langkah tersebut cukup efektif. "Itu cukup efektif, karena dilihat dari sisi luasan yang terbakar berkurang. Tetapi, sekali lagi, medan yang berada di lereng itu cukup berat, karena curam," tegasnya.
Tak hanya itu saja, kendala lain adalah cuaca panas yang cukup ekstrem sehingga menjadi pemicu utama api tetap menyala. "Kalau cuaca ekstrem seperti ini, menambah titik api, karena cuaca panas begini disambar gas metana dari sampah, akan menimbulkan asap dan kemudian terbakar," terangnya.
Meski begitu, tim gabungan di lapangan tetap terus berupaya dengan segala potensi yang ada, untuk menanggulangi permasalahan kebakaran di eks TPA sampah Bukit Pinang. "Kami saat ini terus berupaya, sehingga tidak ada lagi titik api baru," pungkasnya.
Editor: Maruly Zainuddin