Pada Musda kali ini, Ibrahim terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum PTALI Kaltim periode 2023-2026 menggantikan Prof Marlon Ivanhoe Aipassa.
Sebagai nakhoda baru PTALI Kaltim, Ibrahim mengaku akan fokus terhadap tiga hal, di antaranya perbaikan reklamasi lahan pasca tambang, membuat perkebunan ramah lingkungan dan mengatasi banjir di daerah perkotaan.
Selain menggelar musda, pihaknya juga melakukan aksi penanaman pohon sebagai bentuk kecintaan terhadap kelestarian lingkungan di Kaltim.
Penanaman ini dilakukan di Kilometer 68 Desa Batuah, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara bersama Forum Kepala Teknik Tambang dan Ikatan Alumni Teknik Pertambangan Unmul.
Pemanfaatan Sumber Daya Alam (SDA) harus dilakukan dengan bijak. Pasalnya, kerusakan lingkungan di era sekarang sangat masif yang diakibatkan oleh pembukaan lahan terutama aktivitas pertambangan. Sehingga, melalui penanaman ini dapat mengurangi kerusakan lingkungan di Kaltim.
"Melalui penanaman ini kita juga berharap ada suatu hal yang kita berikan untuk masa depan, kalau SDA tidak dimanfaatkan secara bijaksana dengan konsep lestari maka bisa menjadi boomerang buat daerah sendiri," ungkapnya.
Sementara, Ketua PTALI Kaltim 2019-2022, Prof Marlon Ivanhoe Aipassa berharap agar pengurus baru dapat melaksanakan tugas sesuai dengan sebaik-baiknya, terlebih harus menjaga alam tetap terjaga. Tak ragu pihaknya juga akan melakukan advokasi kebijakan pemanfaatan SDA di Kaltim.
"Tujuan tentu adalah pembangunan daerah baik Pemprov ataupun Pemkab dalam melakukan pengelolaan lingkungan hidup. Membantu masyarakat untuk memberikan advokasi kebijakan pemanfaatan SDA," terang Prof Marlon.
Tak hanya itu, Ketua panitia Musda III PTALI Kaltim, Donny Andriyana Kismat mengatakan, masalah lingkungan memaksa masyarakat agar perhatian terhadap lingkungan terus diberikan.
"Ini juga merupakan bentuk kepedulian kita, membuat program penanaman dan mengajak masyarakat serta stakeholder terkait agar sama-sama meningkatkan kepedulian lingkungan," tambahnya.
Ia berharap, Ibrahim bergerak bersama masyarakat sesuai dengan aturan organisasi dan aktif dalam kegiatan masalah lingkungan di daerah.
Editor: Maruly Zainuddin