Dari pantaun di lokasi, terlihat petugas gabungan baik dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar), TNI/Polri, relawan serta instansi terkait lainnya, masih terus melakukan upaya penyemprotan air, di titik-titik yang memang masih mengeluarkan asap.
Teknis yang digunakan tim di lapangan dengan menggunakan alat berat atau ekscavator, untuk membalikkan sampah-sampah di titik yang memang masih mengeluarkan asap, kemudian dilakukan penyemprotan. Sehingga, tim pun membagi tugas, baik yang melakukan penyemprotan hingga menyuplai air menggunakan mobil-mobil tangki milik instansi-instansi terkait.
Kepala BPBD Samarinda, Suwarso mengatakan, berdasarkan pendataan yang telah dilakukan, untuk luasan area TPA yang terbakar bertambah menjadi 5 hektare, yang sebelumnya 4 hektare. "Ada penambahan luasan area, karena melihat kondisi cuaca yang panas terik, beberapa titik mengeluarkan asap," tuturnya, Rabu (27/9/2023) hari ini.
Sehingga, dari hasil rapat yang dilakukan sebelum penanganan bersama dengan unsur yang terlibat, perlu adanya penambahan ekscavator. "Artinya harus ada upaya maksimal yang dilakukan, juga menambah unit tangki yang menyuplai air, karena ada titik baru. Sebelumnya, sudah padam, tetapi muncul lagi," ungkapnya.
Suwarso juga menambahkan, upaya penanganan di bekas TPA Bukit Pinang ini dengan adanya tambahan personel, tentu akan dipantau 24 jam. "Karena dari hasil evaluasi yang dilakukan, saat ditinggal, ternyata muncul titik baru. Ya, ada jeda waktu, kan SDM terbatas, dan alhamdulillah ada tambahan dari TNI-Polri, makanya diupayakan pemadaman selama 24 jam," pungkasnya.
Sementara, Dandim 0901/Smd, Letkol Czi Eko Supri Setiawan mengatakan, dari TNI, pihaknya menurunkan 30 personel baik dari kodim dan Yonif 611/Awl. "Jadi, kami bersinergi dengan petugas Damkar, BPBD, relawan dan pihak kepolsian. Penanganannya menggunakan dua ekscavator, sehingga penyemprotan air, dilakukan baik di lapisan atas maupun bawah," ungkapnya.
Sehingga untuk memaksimalkan penanganan api tersebut, ada pembagian sift yang dilakukan. "Jadi, upaya kami itu tidak berhenti, karena kalau misalnya didiamkan beberapa menit atau jam, bara api akan muncul dan mengeluarkan asap," singkatnya.
Editor: Maruly Zainuddin