Dani yang kesehariannya bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) tongkang bermuatan crude palm oil (CPO) atau minyak kelapa sawit dengan nama lambung Sumber Kapuas 211 yang ditarik tug boat (TB) bernama Sumber Marine 1 diketahui terjatuh saat membersihkan ikan di buritan tongkang dua hari lalu di kawasan Sungai Kapih, Kota Samarinda, tak jauh dari Jembatan Achmad Amins (eks Mahkota II).
Jarak ditemukannya Dani dengan lokasi awal dirinya terjatuh sejauh 22,87 km karena saat jatuh pemuda itu terbawa arus derasnya Sungai Mahakam. Awalnya informasi penemuan Dani sempat simpang siur karena ada yang menyebut jasad yang ditemukan bukanlah jasad Dani karena jarak penemuan yang sangat jauh.
Tetapi hal ini dipastikan setelah jasad tersebut dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan dan ciri-cirinya dikenali keluarga almarhum yaitu sepupu Dani yang juga satu pekerjaan dengan almarhum yakni berkumis tipis, rambut cepak dan memiliki tahi lalat di bagian bawah mata.
Komandan Tim (Dantim) Unit Siaga SAR Samarinda Hendra saat ditemui di posko pencarian kepada Korankaltim.com siang tadi menjelaskan hal itu. "Awal infonya dari Pos AL sekitar pukul 11.15 WITA yang menginformasikan ada jasad ditemukan. Kami langsung mendatangi lokasi dan melakukan evakuasi kesana (Kutai Lama) bersama Satpolairud Polresta Samarinda dan Polsek Kawasan Pelabuhan juga sepupu almarhum untuk mengenali jasadnya. Ternyata benar, ciri-cirinya sesuai dengan yang dikatakan sepupunya," ujar Hendra.
Saat ditemukan posisi Dani tertelungkup dan hanya mengenakan celana dalam warna cokelat. "Tubuhnya sudah membengkak karena kan sudah tiga hari di sungai," ungkapnya.
Almarhum langsung dievakuasi dengan menggunakan ambulans relawan di Anggana menuju Rumah Sakit Umum Daerah Abdoel Wahab Sjahranie (RSUD AWS), sekitar pukul 13.15 WITA. "Langsung dievakuasi ke RSUD AWS, untuk dilakukan visum," pungkas Hendra.
Editor: Aspian Nur