“Silakan PBSI menggunakan, meskipun ini sifatnya sangat sementara. Namun daripada tidak digunakan lebih baik PBSI saja yang memanfaatkan gedung ini,” ujar Nusyirwan.
Keputusan ini diambil karena dari beberapa laporan, dengan terkendala kegiatan pembangunan ini membuat beberapa barang didalamnya menjadi tidak utuh lagi.
“Sayang sekali karena tidak ada pengamanan, makanya barang-barang di ruangan ini dicuri orang. Itulah sebabnya kami meminta kepada pihak PBSI untuk segera menggunakan gedung ini,” jelasnya.
Namun, orang nomor dua Samarinda ini meyakinkan bahwa PBSI tidak dikenakan tanggung jawab jika ada kehilangan barang-barang didalam gedung tersebut.
“Karena PBSI kan gedung itu hanya dipinjamkan dan sifatnya sangat-sangat sementara. Sehingga mereka hanya bertanggung jawab hanya sebetas itu saja,” tuturnya.
Namun, niat untuk menuntaskan pembangunan gedung tersebut juga sudah disampaikan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
“Memang tidak tahun ini, kami akan mengusulkan anggarannya tahun depan untuk segera dikerjakan oleh Dinas PUPR. Setelah pengerjaan tuntas, gedung ini nantinya akan diserahkan kepada Dispora (Dinas Pemuda dan Olahraga). Jadi silahkan dilanjutkan saja kepada instansi terkait,” demikian Nusyirwan. (ms)