Pasalnya, dalam insiden itu nyawa seorang anggota polisi bernama Reyhard Konden, melayang.
Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli melalui Kasat Lantas Kompol Creato Soni Tehe Gulo saat dikonfirmasi Minggu (3/9/2023) hari ini menjelaskan hal tersebut.
"Kami masih melakukan penyelidikan dan sudah melakukan olah TKP (tempat kejadian perkata)," kata Guo kepada Korankaltim.com.
Dua saksi yang saat itu berada di TKP juga sudah diminta keterangan. "Sedangkan sopir truk sudah diamankan dan ini masih kami lakukan pemeriksaan," sebutnya.
Gulo menjelaskan sebelum terjadinya kecelakaan itu, truk gas KT 8810 NW yang dikemudikan M Zulkarnain yang masih berusia 19 tahun bersama penumpangnya Safi'i yang berusia 32 tahun, datang dari arah Jalan Moeis Hasan, hendak menuju ke Jembatan Mahulu, bermaksud putar balik.
Sesampainya di TKP, truk beriringan dengan sepeda motor Yamaha Aerox KT 3426 BAC warna hitam, yang dikendarai oleh Reyhard Konden, pemuda berusia 19 tahun.
Tiba-tiba saat bersamaan datang sepeda motor yang tidak diketahui indentitasnya, hendak menyalip dan sontak membuat sopir truk kaget, sehingga spontan membanting setir ke sebelah kiri.
Akibatnya, badan truk membentur knalpot sepeda motor yang dikendarai oleh Reyhard dan menyebabkan motor itu terjatuh ke sebelah kanan, hingga terjadi benturan kedua antara badan pengendara dengan badan jalan pendekat Jembatan Mahulu.
Lantaran truk masih terus jalan, terjadi benturan ketiga, yakni antara kepala pengendara sepeda motor dengan ban truk bagian belakang sebelah kiri.
"Terjadi tiga kali benturan, hingga menyebabkan pengendara motor meninggal dulu," jelas Gulo.
Reyhard Konden sendiri belakangan diketahui anggota Polri dan bertugas di Polres Bontang yang merupakan warga Desa Sebuntal, Kecamatan Marang Kayu, Kabupaten Kutai Kartanegara. Reyhard meninggal dunia dengan kepala remuk akibat tergilas ban truk oksigen.
Pasca kejadian, dilakukan penanganan awal oleh Relawan Pramuka Peduli Unit Loa Janan, sebelum mengevakuasi jenazah, untuk memudahkan kepolisian melakukan olah TKP, yakni mereka (relawan) memberi tanda pada titik tergeletaknya jasad.
"Setelah itu jenazah kami evakuasi RSUD I.A. Moeis," kata Ragil, Relawan Pramuka Peduli Unit Loa Janan pasca kejadian saat itu.
Saat itu juga pihaknya, pun melakukan pemeriksaan tas bawaan milik korban, untuk mengetahui identitasnya.
"Ketika kami lakukan pemeriksaan tas bawaanya dengan disaksikan banyak pihak, tidak ditemukan adanya senjata api (Senpi), hanya identitas, dan beberapa lembar pakaian dan perlengkapan pribadi," sebut Ragil.
Editor: Aspian Nur