Manajer Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Provinsi Kaltim PT PLN (Persero), Nurhakim menyampaikan, sejak awal tahun pihaknya telah merencanakan untuk melakukan pemasangan listrik 49 desa di Kaltim
"Mulai awal tahun Januari, kita targetkan hingga akhir tahun 49 desa tersebut sudah bisa menyala (teraliri listrik)," ucap Nurhakim usai Media Breafing PLN Group Tahun 2023, di Hotel Mercure Samarinda, Kamis (20/7/2023).
Dia menyebutkan, dari beberapa kawasan di kabupaten/kota se-Kaltim, yang belum teraliri listrik lebih dominan di daerah Kabupaten Kutai Barat. "Rencananya tahun ini kita akan membangun sambungan listrik di 30 desa di Kubar, kemudian Kutai Timur, dan juga Paser yang sisa 6 desa," katanya.
Nurhakim juga menjelaskan, secara keseluruhan total desa di Kaltim yang tidak memiliki akses listrik atau belum terang ada sekitar 127. "Nanti ini juga akan di kurang dari total yang kita bangun di tahun ini, kita juga menargetkan di tahun 2024 bisa tercapai 100 persen," paparnya.
Ia mengungkapkan, sebagai upaya kelancaran pembangunan jaringan proyek listrik tersebut, pihaknya menjalin kerja sama dengan pemerintah provinsi dan kabupaten dalam pelaksanaan pembangunan. "Baik kabupaten Kutim, Kutai Barat, Paser, Mahakam Ulu selalu baik. Dan semua stakeholder selalu mendukung proses pembangunan itu," katanya.
Dirinya menilai, peran serta pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan jaringan listrik tersebut terlihat pada proses kawasan atau daerah yang akan dibangun serta dilalui oleh tim pembangunan yang tidak memiliki kendala.
Editor: Maruly Zainuddin