Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda Hotmarulitua Manalu mengatakan, dirinya bersama tim sudah melakukan peninjauan ke lapangan dan menyaksikan langsung kemacetan yang kerap terjadi di lokasi tersebut.
“Kita lihat ini proses penurunan dan penjemputan (penumpang) dilakukan di bahu jalan, sehingga macet, belum lagi di sepanjang jalan ini jadi lokasi parkir,” ucapnya pada awak media, Kamis (13/7/2023).
Ia juga mengaku telah memperintahkan Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas Jalan (LLJ) Didi Zulyani untuk mengatur jadwal pertemuan. Dalam pertemuan itu nanti jelasnya ada beberapa hal yang ingin disampaikan, seperti parkiran mobil yang berada di lantai satu diminta untuk pindah ke lantai dua karena akan diisi oleh sepeda motor.
“Nanti kita minta ke mereka supaya lantai satu yang buat mobil biar pindah saja ke lantai dua, jadi lantai satu full dengan motor, biar tidak meleber ke jalan,” jelasnya.
Selain itu, Manalu menjelaskan pihaknya juga akan mengusulkan gratis biaya parkir untuk pengemudi taksi online yang menjemput maupun menurunkan penumpang di bagian lobi mal dekat dengan parkiran motor dan pintu keluar asalkan durasinya di bawah 5-10 menit.
“Jadi nanti rekayasanya begitu, supaya tidak macet lagi, kalau dilihatkan para driver biasanya menunggu 5-10 menit berhenti, dan itu mengganggu,” tegasnya.
Selagi menunggu komunikasi dengan pihak SCP berlangsung, Dishub saat ini hanya memasang marka jalan agar parkir tidak masuk ke badan jalan. Namun, apabila parkir yang sudah selalu ditertibkan ini masih juga belum bisa menuntaskan kemacetan atau masih belum bisa ditertibkan, maka pihaknya akan memasang barrier atau pembatas.
“Kalau memang dengan marka ini meraka masih juga keluar dari garis sampai macet, kita pasangi barier sekalian, supaya tertib semuanya,” tegasnya.
Manalu berharap, dengan adanya strategi tersebut kemacetan yang sering terjadi di Jalan Pulau Irian bisa segera terselesaikan dan pengguna jalan bisa lewat dengan mudah.
Editor: Maruly Zainuddin