Di perairan Sungai Mahakam, tepatnya di Kawasan Harapan Baru, kedua pria itu menyambangi sebuah tug boat yang sedang bertambat pada Jumat (7/7/2023) pagi sekitar pukul 04.23 WITA pekan lalu.
Tug boat dengan nama lambung Nadia 03 itu bermuatan minyak yaitu Solar dan kedua pria yang naik ke kapal itu tak menyadari aksi mereka terekam CCTV.
Dalam rekaman berdurasi 2.26 detik yang tersebar di media sosial itu terlihat kedua pria itu berusaha untuk membuka pintu palka minyak di bagian belakang. Namun usaha mereka gagal, pintu palka tak bisa terbuka yang membuat keduanya pergi begitu saja.
Rupanya aksi mereka meski gagal tapi ketahuan kru kapal dan berhasil menangkap satu diantaranya. Hal itu terlihat dari video kedua dimana satu dari dua pria itu yang mengenakan topi, berbaju kaos hitam dan celana pendek diamankan bahkan sempat terjadi perlawanan dari si terduga pelaku pencurian saat hendak diamankan oleh kru kapal tersebut.
Terlihat pula dari rekaman video kedua berdurasi 12 detik itu perahu ces yang digunakan oleh pria tersebut membawa tiga buah jiriken.
Dikonfirmasi terkait dengan, kejadian itu Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli melalui KBO Satpolairud Iptu Roni Gultom mengatakan, mereka mendapatkan laporan dari pihak TB Nadia 03 yang berhasil mengamankan seorang pelaku yang diduga hendak mencuri minyak.
"Karena kami dapat laporan itu, ditindaklanjuti sama anggota dan langsung ke tempat kejadian," ujar Roni saat dikonfirmasi Rabu (12/7/2023) hari ini.
Sesampainya di lokasi kejadian, sempat terjadi perdebatan antara pihak kru kapal dan terduga pelaku tersebut.
"Terduga pelaku sempat berkeras saat itu, dari pada panjang lebar dan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, kami amankan dengan memborgolnya karena kami khawatir dia melawan dan melarikan diri, menceburkan diri ke sungai. Kami safety saja," bebernya.
Rekaman CCTV di TB Nadia 03 pun diminta dan memang benar terlihat terduga tersebut bersama rekannya. "Dia naik ke kapal, tetapi hanya membuka tutup palka solar di belakang, terus dia tutup lagi, setelah itu turun, dia bilang begitu," ujar Roni mengutip keterangan dari pria tersebut.
Pagi hari sekitar pukul 07.00 WITA pria itu ternyata kembali naik ke kapal untuk meminta solar. "Saat itu sudah diisi setengah sekitar 15 liter dalam jeriken, terus tiba-tiba ada omongan “ini yang naik subuh tadi ya”, langsunglah dia diinterogasi dan terjadi perdebatan," papar. "Sebenarnya dari pihak kapal itu, tidak keberatan, kalau terduga ini mengaku dan meminta maaf," jelas Roni.
Saat itu terduga mengaku saat itu lewat dan naik ke kapal untuk melihat-lihat kapal. "Katanya dia keamanan disitu, terus dia lihat tutup palka terbuka dan dia tutup, kemudian pergi. Jadi, tidak ada yang diambil," imbuhnya.
Disinggung soal berapa orang saat itu yang diamankan, pihaknya menyebutkan memang ada dua orang. "Ada dua orang, tetapi saat yang satu ini tertangkap langsung kabur dan kami kejar, dikumpulkan bukti-bukti dan bilangnya hanya teman ngumpul saja, bukan orang disitu," ujar Roni.
Motif keduanya kemungkinan hanya ingin meminta solar. "Kemungkinan ya sudah ada kesepakatan antara terduga dan pihak kapal, itu saja. Karena dia keamanan dan memang sudah biasa," ucapnya.
Untuk penanganan saat itu, terduga tersebut hanya diberikan sanksi wajib lapor setiap hari. "Untuk kapal milik terduga pelaku sampai saat ini masih kami amankan dan dia kami minta untuk wajib lapor setiap hari," tutup Roni.
Editor: Aspian Nur