Namun kenyataanya yang berjaga di kawasan tersebut justru jukir liar dan mematok harga Rp5 ribu per motor. Sontak, banyak keluarga yang ingin menjemput keluarganya yang baru pulang ibadah haji merasa kesal karena ulah jukir liar tersebut.
Menurut Kepala Dishub Samarinda Hotmarulitua Manalu melalui Kabid Lalu Lintas Jalan (LLJ) Didi Zulyani, terjadi miskomunikasi di lapangan, kerena pada Sabtu (8/7/2023) atau satu hari sebelum kedatangan jemaah haji, petugas Dishub sudah melakukan penjagaan hingga pukul 24.00 WITA.
“Kita miskomunikasi sebenarnya, karena malamnya tim berjaga karena pertandingan kan, kasian mereka. Waktu ketibaan yang diberikan panitia bergeser jauh, sebelumnya estimasi jam 12.00 kan, tapi malah sampainya magrib,” ujarnya pada korankaltim.com saat dikonformasi melalui sambungan telepon, Senin (10/7/2023).
Didi mengaku kala itu pihaknya tengah melakukan patroli bersama TNI/Polri dan Satpol PP di Jalan Mulawarman karena terdapat laporan jukir nakal. Dengan adanya laporan tersebut, Didi akan melakukan pemeriksaan dan kembali mengamankan jukir liar yang meresahkan.
“Padahal sebelumnya sudah sudah kita peringkan sama mereka itu untuk jangan lagi pungut lebih dari Rp2 ribu. Memang sebaiknya kita kurung saja untuk efek jera, kami juga kan tidak bisa 24 jam di situ. Jadi kita beri tahu jangan ambil lebih dari situ,” tegasnya.
Editor: Maruly Zainuddin