Pasalnya, sapi yang selama ini dirawatnya dan berbobot 834 Kilogram, dibeli Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk dijadikan hewan kurban saat Hari Raya Iduladha 1444 Hijriyah tahun ini.
Sapi berjenis Simental dalam kondisi sehat itu diberikan Jokowi kepada pengurus Masjid Raya Darussalam yang terletak di Jalan KH Abdullah Marisie, Pasar Pagi, Samarinda atas rekomendasi Gubernur Kaltim Isran Noor.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kalimantan Timur Fahmi Himawan menjelaskan, Presiden Jokowi melalui pemerintah pusat menyalurkan bantuan sapi kurban di Benua Etam sejak satu bulan yang lalu.
"Mekanismenya, pemerintah pusat memberikan surat kepada kami untuk memberikan informasi sapi yang bisa direkomendasikan," jelas Fahmi kepada Korankaltim.com Selasa (27/6/2023) hari ini.
Atas perintah itu, DPKH langsung mencari hewan ternak tersebut sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan, diantaranya bobotnya diatas 800 kilogram dan sapi tersebut bebas daripada penyakit mulut dan kuku (PMK).
"Dua kriteria ini menjadi patokan kami. Dari rekomendasi kami ada satu ekor sapi dengan berat mencapai 834 kilogram," sebut Fahmi.
Sejauh ini berat sapi belum dilakukan penimbangan ulang, tetapi diperkirakan beratnya mencapai 850 kilogram.
"Pemilik sapi itu Prayitno, alamat kelompok ternaknya di Makroman, sudah kami cek kondisinya sehat, mulai dari feses (kotoran) sampai darah dalam kondisi normal dan terbebas dari cacing serta PMK. Sapi kurban akan kami serahkan ke Masjid Raya Darussalam yang telah ditetapkan oleh Gubernur Kaltim, Isran Noor," paparnya.
Sesuai pembicaraan dengan panitia kurban Masjid Raya Darussalam, sapi tersebut akan di sembelih di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Tanah Merah.
"Setelah penyerahan sapi kepada panitia, akan diantar ke RPH dan untuk pengelolaan pembagiannya diatur panitia kurbannya, karena itu jadi kebijakan mereka," sebut Fahmi.
Editor: Aspian Nur