Untuk diketahui, pada program distribusi beras CPP ini, ada sebanyak 2.818 kepala keluarga (KK) yang tercatat sebagai penerima manfaat. Wali Kota Samarinda, Andi Harun menjelaskan, tujuan kegiatan ini tak lain untuk menekan terjadinya inflasi secara Nasional, serta meningkatkan daya beli msayarakat.
“Pada tiga tahap ini ada 840 ton yang kita distribusikan pada tahap terakhir ini. Peruntukkannya tentu untuk penerima manfaat,” ucap Andi Harun saat ditemui usai pembagian CPP.
Sama seperti distribusi pada dua tahap sebelumnya, 10 Kg dibagikan per kepala keluarga (KK) penerima manfaat yang diharapkan bisa meringankan beban belanja melalui beras ini.
Pria yang akrab disapa AH ini menegaskan, pekan ini pendistribusian beras di seluruh kecamatan sudah harus tuntas.
“Selama ini kita selalu usahakan melalui operasi pasar, di luar dari CPP. Kita jual dengan harga modal, jadi masyarakat tidak terbebani misal dengan harga beras yang tinggi di pasar,” urainya.
Dia menambahkan, setidaknya akan ada dua program lainnya di luar CPP, yakni operasi pasar dan pasar murah. "Karena keadaan ekonomi global masih sangat berpengaruh pada daya beli masyarakat yang belum stabil dan kembali seperti semula," katanya.
Beberapa harga bahan pokok penting (Bapokting) yang menjadi konsumsi masyarakat, terutama beras juga harus dipastikan dalam keadaan yang terkendali. Selain itu juga ketersediaan stok harus diberikan perhatian lebih, disamping terlaksananya operasi-operasi sosial seperti operasi pasar dan pembagian beras.
Ternyata adanya pembagian beras ini berkaitan dengan capaian Samarinda yang berhasil menekan angka kemiskinan ekstrem. “Semulanya 9 ribu (warga miskin ekstrem), sekarang hanya 6 ribu, dan target kita tentu tetap bahwa pada Desember 2024 mendatang kita sudah zero miskin ektrem, jadi sambil berjalan juga kita lakukan penurunan,” bebernya.
Editor: Maruly Zainuddin