Selama menjabat sebagai Danrem 091/ASN, Dendi mengaku memiliki kebahagaian tersendiri, yang mana ia sebagai putra asli Benua Etam bisa berdinas di kampung halamannya.
"Ini tentunya kebahagiaan saya secara pribadi, Kaltim ini sangat defisit jenderal, masih bisa dihitung dan saya kan yang pertama sebagai putra daerah. Saya berharap akan lebih banyak lagi putra-putra daerah yang bisa berkontribusi, sebagai perwira TNI," ungkapnya.
Makanya, selama ini dirinya enggan untuk mengatakan pamitan. Pasalnya, ia berharap nantinya bisa pensiun di daerah ia dibesarkan oleh orang tuanya. "Kalau saya pensiun ya di sini, makanya tidak pernah pamit, kalau pamit ya mau sekolah," imbuhnya.
Ia pun menegaskan bahwa untuk perjuangan kepada bangsa dan negara itu sepanjang hayat. "Bukan hanya sebagai tentara aktif saya, setelah pensiun pun, harus tetap berjuang," pungkasnya.
Sementara itu, Danrem baru Brigjen TNI Yudhi Prasetiyo mengatakan, saat ini pihaknya berharap bisa diterima dengan baik oleh warga Benua Etam. "Bisa didukung dan mendapatkan keluarga, serta berguna untuk Kaltim," kata Perwira Kelahiran Palembang tersebut.
Disinggung soal persiapan menghadapi tahun politik 2024 mendatang, Yudhi mengaku belum mengetahui situasi dan kondisi di Kaltim. "Yang jelas, kami kembali pada jati diri TNI, yaitu harus netral," sebutnya.
Ditanya mengenai apakah ada pekerjaan rumah yang belum terselesaikan, untuk dilanjutkan.
"Saya baru pertama kali di Kaltim, untuk mapingnya belum ada, yang jelas saya berkomitmen untuk membangun, menjaga dan membela Kaltim. Bagaimana disini harus menerapkan Bhineka Tunggal Ika," ujarnya.
Awak media kembali menyinggung bagaimana kesiapan dalam menghadapi ibu kota negara (IKN) Nusantara, ia mengaku belum bisa berkomentar banyak.
"Yang pasti, karena pemerintah sudah memutuskan IKN di sini, ya dilanjutkan saja, supaya bisa menjadi kebanggaan bersama. Jadi, kami mendukung apa yang menjadi keputusan pemerintah," tutupnya.
Editor: Maruly Zainuddin