Pantauan Korankaltim.com di lokasi perumahan, air menggenangi jalur utama dan masuk ke rumah warga yang lebih rendah. Suyatno, Ketua Rukun Tetangga (RT) 2 Perumahan H Saleh menjelaskan daerah perumahan tersebut memang rawan banjir, bahkan hujan deras tanpa henti sekitar 2-3 jam saja sudah berpotensi banjir.

"Tinggi air sekitar selutut orang dewasa, kemarin hujan cuma satu jam saja awalnya, tapi ditambah ada hujan lagi sore jadi naik airnya," kata Suyatno pagi ini.
Air yang naik dengan cepat tersebut merupakan kiriman dari Desa Purwajaya di Kilometer 5 yang kemudian mengalir ke Gang Tani Subur di KM 2 dan berakhir di Perumahan H Saleh karena menurut penjelasan Suyatno kalau hanya hujan saja maka tidak akan setinggi ini.
Selain itu, memang sehari atau beberapa jam sebelum naiknya air, sudah ada pemberitahuan dari pihak Desa Purwajaya KM 5 dan Tani Subur di KM 2 air sudah mulai tinggi.
"Kami di perumahan sudah diberitahu sebelumnya oleh RT atau warga disana kalau air sudah mulai naik. Nah kalau disana sudah banjir tinggi, pasti disini banjir juga," paparnya.
Peringatan yang disampaikan sebelum air naik itu membuat warga yang ada diimbau untuk mengungsi terlebih dahulu. Beberapa warga ada yang memilih bertahan dan ada yang mengungsi ke tempat lain.
Tak hanya dua tempat kawasan itu saja, kalau terjadi banjir disekitar Rumah Sakit IA Moeis dan Universitas Islam Negeri Samarinda (UINSI) di Samarinda Seberang maka air juga akan lari ke perumahan. “Biasanya saja juga mengumumkan di musola agar warga bersiap-siap sebelum air naik," ujar Suyatno.
Diketahui banjir di KM 5 dan Tani Subur KM 2 sudah mulai naik sejak pukul 17.00 WITA petang kemarin yang kemudian disusul dengan naiknya air di RT 2, RT 18, RT 3, Sebagian RT 1 dan Sebagian juga ada di RT 8. Banjir ini diprediksi akan berlangsung 3-4 hari, namun masih bergantung pada curah hujan selanjutnya.
Editor: Aspian Nur