Head Office PT. Sadewa Trans Indonesia, Faturahman Sampara menyebut, dugaan pihaknya menampung BBM adalah tidak benar.
Ia membantah perusahaannya menyimpan solar. Hal ini disampaikan Faturahman saat ditemui di Mapolresta Samarinda, Senin (22/5/2023) malam tadi.
"Tidak ada unsur penimbunan, karena solar ini dipakai untuk operasional 32 armada kami," kata Faturahman.
Ia pun menyebutkan bahwa penggunaan solar industri ini diakui baru setengah bulan, pasalnya sebelumya menggunakan dexlite, dengan mengantre di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
"Tetapi, karena ada kendala di lapangan, antrean lama dengan menggunakan fuel card, makanya kami beralih ke solar industri, dengan menyetok 5 ton solar. Jadi, ini baru tanggal 20 kemarin kami stok itu sudah habis tiga ton, tersisa dua ton, karena kejadian kemarin," jelasnya.
"Jadi setiap tiga hari sekali kami menyetok 5 ton atau lima tandon, itu langsung dari distributor," sambungnya.
Ditanya soal jeriken yang terkumpul di depan kantor, pihaknya mengaku itu digunakan sebagai cadangan saat armada mengantarkan barang ke luar kota. "Itu untuk cadangan BBM armada kami, saat mereka pengantaran, " tuturnya.
Alasan pihaknya menyimpan stok solar tersebut di dalam ruangan, dengan alasan mereka tidak memiliki tempat di luar yang layak.
"Makanya sementara kami taruh di dalam dulu, kalau memang sudah dibuatkan tempatnya kami taruh di luar," imbuhnya.
Terkait izin penampungan BBM, ia mengaku belum memilikinya dan saat ini masih dalam proses pengajuan. "Belum ada, tetapi ini sedang proses, baik ke Pertamina, kelurahan maupun instansi terkait," bebernya.
Diberitakan sebelumnya, pada Minggu (21/5/2023) sekitar pukul 10.00 WITA, kantor ekspedisi di Jalan Ampera, RT.07, Kelurahan Rawa Makmur, Kecamatan Palaran dilahap api, yang diduga akibat korsleting listrik dari ruang mekanik.
Dalam musibah itu terdapat temuan, yang mana terdapat 7 tandon kapasitas 1000 liter berbentuk kotak. Dua di antaranya masih terisi penuh BBM jenis solar di dalam satu ruangan di lantai satu.
Selain itu, juga terdapat 150 jiriken kosong berkapasitas 35 liter warna biru, yang tertumpuk tepat di depan kantor ekspedisi tersebut.
Editor: Rusdianto