Pasalnya, gara-gara dilahap api, aktivitas penyimpanan bahan bakar berupa solar yang dilakukan di kantor tersebut, terbuka ke publik, lantaran ditemukan oleh tim pemadam kebakaran ketika proses pemadaman.
Terkait hal ini, Lurah Rawa Makmur M Yulian Mustofa mengaku dibodohi. Pasalnya, ia tak mengetahui bahwa ternyata kantor tersebut melakukan penyimpanan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar.
Gara-gara kejadian ini, ia mengaku akan lebih tegas dan teliti dalam urusan mengeluarkan izin.
"Tentu akan lebih tegas lagi ya, karena kami merasa dibodohi. Yang awalnya hanya ekspedisi dan office, ternyata ada yang lain," kata Yulian, saat dikonfirmasi Senin (22/5/2023) hari ini.
Ia mengaku, bahkan baru mengetahui bahwa perusahaan ekspedisi itu menyimpan BBM dari informasi yang disampaikan warga.
"Iya saya dapat informasi dari warga sekitar, mereka menolak adanya aktivitas penampungan BBM yang baru ketahuan," tuturnya.
Namun demikian, ia menyebut pihaknya belum menerima laporan resmi dari warga maupun RT setempat. "Baru secara lisan saja menyampaikan," tukasnya.
Saat mendapatkan informasi itu, pihaknya mengaku terkejut bahwa, kantor tersebut memiliki penampungan BBM.
"Karena waktu kami mengeluarkan keterangan domisili itu hanya sebatas ekspedisi dan office, itu sudah kami sampaikan ke Polsek. Yang jelas saat ini masih dalam proses penyelidikan," imbuhnya.
Selanjutnya ia pun berencana akan memanggil pihak perusahaan ekspedisi tersebut. "Rencana seperti itu, tetapi kami masih menunggu penyelidikan kepolisian dulu, dan kami masih ada penyelesaian bersama permasalahan lain bersama camat," bebernya.
Editor: Rusdianto