Hal ini disampaikan Camat Sambutan Yoshua Laden kepada Korankaltim.com yang mendapat kabar itu dari Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR-PERA) Kaltim.
"Kami sudah menyampaikan hal ini kepada masyarakat melalu media sosial, rencananya hari Senin nanti ada pertemuan untuk sosialisasi penutupan jalan kepada warga, lurah dan RT di kantor kecamatan," jelas Yoshua Jumat (5/5/2023) sore tadi.
Penutupan jalan pun harus dilakukan agar pengerjaan tanah longsor dititik tersebut dapat berjalan dengan lancer. Arus kendaraan dialihkan ke beberapa jalur alternatif. "Kendaraan roda dua masih dapat lewat tapi mulai hari Senin semua kendaraan harus melewati jalur alternatif," ungkapnya.
Demi ketertiban arus lalu lintas kendaraan roda enam keatas disarankan untuk tetap melalui Jalan Arisco. Mengantisipasi pengendara yang tidak mengetahui jalur-jalur alternatif yang dilewati, pihak kecamatan akan mempersiapkan rambu-rambu sebagai penanda arah.
Beberapa jalur alternatif telah disiapkan selama proses perbaikan tanah longsor diantaranya Jalan Arisco yang menembus jalur di bawah jembatan Jalan Sultan Sulaiman.
Selain Jalan Arisco, pemerintah kota jugamempersiapkan jalur alternatif lainnya demi kemudahan para pengendara yang melintas dari arah Samarinda menuju wilayah Pulau Atas hingga Anggana.
"Masyarakat juga dapat melintas dari Pelita 4 masuk ke Perumahan Handil Kopi dan tembusnya di Pelita 6, dan ini diperuntukkan bagi kendaraan roda 2 dan 4, karena jalurnya cukup sempit," ungkap Yoshua.
Editor: Aspian Nur