Dalam sambutannya, Elisander menyampaikan bahwa PKN bertujuan membangun sumber daya manusia Nias yang ada di Kota Samarinda dan sekitarnya. Semua proses dan kegiatan yang dilakukan oleh Pengurus PKN hendaknya tetap berasaskan Pancasila dan nilai-nilai budaya dan istiadat masyarakat Kepulauan Nias.
PKN harus berkontribusi dalam mendukung Pemerintah Kota Samarinda untuk membangun kehidupan warganya agar tercapai peningkatan kesejahteraan, menciptakan kehidupan bersama dengan damai dan toleran.
"Warga PKN Samarinda wajib menjunjung tinggi adat istiadat masyarakat yang ada di lingkungan kita masing-masing sebagaimana pepatah lama *dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung," ungkap Elisander.
PKN Samarinda juga hendaknya bersinergi dengan ormas Nias lainnya di Kaltim seperti HIMNI, IKTN, PTMN, KKNKB dan lainnya dalam melaksanakan kegiatan-kegiatannya. Jadikan ormas Nias lainnya sebagai mitra kerja yang saling mendukung dalam kebaikan.
Lebih lanjut Elisander mengharapkan Pengurus yang baru dilantik dan dikukuhkan segera menyusun program kerja.
Eli meminta pengurus ingat pesan dalam Kata-Kata Pengukuhan bahwa Jangan seolah-olah engkau berkuasa atas mereka, tetapi jadilah teladan dalam berpikir dan tindakan bagi mereka. Buat Program Kerja yang mampu dilaksanakan, jangan muluk-muluk tapi tak mampu diwujudkan. Sukses dari hal hal kecil dan sederhana, akan menjadi sukses besar bagi Pengurus PKN ke depan
"Saya mengerti bahwa PKN tidak ada modal untuk melaksanakan program yang sifatnya membangun fisik. Modal PKN selama 27 tahun berlalu hanya semangat kebersamaan dan kerelaan pengurus untuk mengorbankan waktu, tenaga dan pikirannya untuk mengayomi anggotanya. Oleh sebab itu Pengurus PKN perlu memprioritaskan kegiatan yang berkaitan dengan pelestarian Adat dan Seni Budaya Nias, Pembinaan Kepemudaan dan Olah Raga, UMKM, Pendidikan dan Keterampilan, Kesadaran Hukum dan Pelayanan Sosial.
Pengurus jangan pernah surut semangatnya ketika dikritik, dan jangan juga jadi angkuh ketika dipuji. Engkau dihina tidak berarti engkau adalah sampah, engkau dipuji tidak berarti engkau jadi rembulan," ungkap Eli panjang lebar.
Untuk diketahui, PKN didirikan pertama kali dengan nama Ikatan Keluarga Nias (IKN) Samarinda, dan terbentuk pada tanggal 11 April 1996 dengan jumlah anggota yang sangat sedikit, belum sampai 10 kepala keluarga. Sejalan dengan perkembangan di era reformasi, kedatangan orang dari Kepulauan Nias ke Samarinda dan sekitarnya, kini diperkirakan sekitar 250 kepala keluarga.
Ikatan Keluarga Nias (IKN) Samarinda telah berkali-kali berganti Pengurus yang terpilih sebagai Ketua IKN antaray lain:
1.Donisi Zebua, SH.
2.Elisander Hia, S.Pd.
3.F. Tertius Fasaaro Hulu, SE, M.M
4.Sefianus Zai, SH, M.H.
5.Rekaman Bali, SH, MA.
6.Hakulyakin Hulu, S.Pd., M.M
7. Iyarman Lase
8. Iman Calvin Hia, A.Md. ( yang baru dilantik periode 2023-2026).
Sejak tahun 2018 pada kepemimpinan periode kedua Hakulyakin Hulu, keberadaan kerukunan ini berganti nama menjadi PERKUMPULAN KELUARGA NIAS (PKN) SAMARINDA dan telah mendapatkan Pengesahan dari Kementrian Kemenkumham Republik Indonesia.
Editor: Rusdianto