"Indikasi peningkatan kompetensi peserta adalah kemampuan menjelaskan konsep coaching dan mentoring, menerapkan teknik dasar coaching dan mentoring, menerapkan tahapan dan instrumen coaching dan mentoring, mensimulasikan keterampilan, dan mempraktikkan dalam kondisi sebenarnya," ungkap Krisnayana.
Para peserta Bimtek, mengikuti kelas dengan total 20 jam pelajaran (jp) dari 3 orang pemateri, yang semuanya berasal dari Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN-RI), yaitu Maliki, Ajriani dan Brisma.
Sementara itu, Kepala BPSDM Kaltim, Nina Dewi menyampaikan, bahwa pembangunan sumber daya manusia (SDM) aparatur merupakan salah satu program utama dalam reformasi birokrasi.
"Program ini dilakukan untuk meningkatkan profesionalisme aparatur dalam mewujudkan tata pemerintahan yang baik dan mendukung keberhasilan pembangunan," ungkap Nina.
Lebih lanjut, Nina Dewi mengatakan, bahwa berbagai kebijakan ditujukan untuk mewujudkan 8 area perubahan di dalam Reformasi Birokrasi.
Delapan area perubahan tersebut meliputi mental aparatur, kelembagaan, tata laksana, SDM aparatur, akuntabilitas, pengawasan, peraturan perundang-undangan, serta pelayanan publik.
"Sebagai lembaga yang bertanggungjawab terhadap peningkatan SDM Aparatur, maka para Widyaiswara dan pejabat struktural wajib dibekali pengetahuan tentang coaching dan mentoring, agar mereka lebih profesional", beber Nina Dewi.
Jauhar Efendi, sebagai salah satu peserta Bimtek, ketika dikonfirmasi wartawan, menyatakan bahwa bimtek ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan dan ketrampilan ketika melakukan coaching dan mentoring.
Ia bersama rekan-rekan Widyaiswara mengaku mengapresiasi Kepala BPSDM Kaltim Nina Dewi.
"Karena selain membuka acara, juga sekaligus sebagai peserta aktif Bimtek Coahingdan mentoring," ucap Jauhar.
Editor: Rusdianto