Pelaksanaan ibadah yang digelar sejak pukul 15.00 WITA sore tadi diawali dengan prosesi Mecaru, ritual untuk menarik kekuatan-kekuatan negatif yang untuj dijadikan kekuatan positif, kemudian dilanjutkan dengan Persembahyangan Bersama Nyepi dan Nyineb Ida Bhatara.
Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kaltim I Made Subamia menjelaskan, prosesi Mecaru ini memiliki makna filosofi sebagai harmonisasi hubungan antar manusia dengan alam, dalam rangka upaya melestarikan segala isi alam yang ada di dunia baik benda mati maupun benda hidup.
"Prosesi upacara Mecaru merupakan niatan suci yang tulus kepada para Buta Hita yang ada di dunia ini, agar tidak menggangu kehidupan manusia, kemudian dilanjutkan dengan melaksanakan prosesi upacara penyepian hari Raya Nyepi," ucap I Made Subamia kepada Korankaltim.com sore tadi.
Menyambut hari raya Nyepi pihaknya juga telah melakukan persiapan selama satu minggu.
"Dalam perayaan Nyepi tahun ini namanya tahun baru Saka 1945, secara nasional mengambil Tema Melalui Dharma Agama dan Dharma Negara kita Sukseskan Pesta Demokrasi Indonesia," ujarnya.
Pengambilan tema tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan umat Hindu terhadap proses demokrasi Indonesia kedepan yang aman, damai, dan harmonis.
Editor: Aspian Nur