Sempat dikira bau busuk itu berasal dari bangkai hewan, belakangan akhirnya terungkap kalau aroma tak sedap itu datang dari dalam kamar bangsalan tiga pintu di Gang 79A yang ditempati pria bernama Heri Kiswanto .
Pria 34 tahun itu ditemukan meninggal dunia dalam kondisi membusuk. Dari Kartu Tanda Penduduk (KTP) diketahui Heri merupakan warga Kutai Kartanegara dengan status pekerjaan Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Yuliana, tetangga almarhun mengatakan awalnya dirinya mengira bau itu berasal dari aroma busuk sampah dan membuang sampah yang diduga menjadi penyebab bau berasal, tetapi bau itu tak juga hilang, yang kemudian mengira bau bangkai hewan.
"Tak lama setelah saya buang sampah ada lalat keluar dari ventilasi dapur bangsalan yang tinggal di tengah," sebut Yuli.
Yuli akhirnya memberitahu pemilik bangsalan terkait hal itu. "Kami lapor RT dan warga, minta untuk dicek, ternyata almarhum ini sudah tergeletak di dalam dekat lorong mau ke dapur, kondisi terlentang hanya menggunakan celana dalam," sebutnya.
Sementara pemilik bangsal Sunarti Widya Astuti mengatakan mendapat informas dari warga dan saat dirinya mengecek dari bangsalan sebelah, yang ditempati anak dan istrinya itu, aroma semakin menyengat.
"Saya tahunya dari warga, terus saya masuk ke bangsal anak saya, baunya nyengat, terus keluar lalat dari ventilasi dapur," kata Astuti.
Almarhum merupakan pribadi yang tertutup, dan tak banyak bicara. Dirinya bertemu saat almarhum membayar uang sewa bangsalan.
"Kalau tinggalnya sudah sekitar lima bulan dari Oktober 2022. Katanya dia kerja di daerah Bakungan sebagai Office Boy (OB). Jadi, saat libur aja bilangnya tidur disini, biasanya Sabtu sama Minggu," jelas Yuli.
"Terakhir saya lihat tanggal 6 Maret dia bayar sewaan. Tetapi, bilang tetangga itu motornya ada hari Minggu kemarin," sambungnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan diduga pria tersebut meninggal karena sakit, pasalnya tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dan saat ini jenazah telah dievakuasi ke RSUD Abdoel Wahab Sjahranie (AWS) oleh Unit Inafis Polresta Samarinda, PMI serta relawan, guna dilakukan visum, sambil menunggu pihak keluarga almarhum.
Editor: Aspian Nur